Soal dukungan ke La Nyalla, PAN masih harus timbang banyak hal

Dr. A Basuki Babusallam (kanan) Sekretaris DPW PAN Jawa Timur
Suarajatim.com - Munculnya surat tugas dari Gerindra untuk La Nyalla Matalitti agar melakukan pengkondisian pencalonan dalam Pilgub Jatim 2018, otomatis membuat publik menanti sikap Partai Amanat Nasional (PAN). Sebab, hanya PAN yang masih belum memutuskan untuk mendukung calon yang sudah ada atau mengusung calon sendiri.

Poros Emas (Gerindra, PAN, PKS) yang digadang-gadang bisa mengusung calon sendiri ternyata hingga kini tak juga menemukan calon yang dianggap ‘berani’ bertarung melawang dua calon yang sudah ada, Gus Ipul – Anas dan Khofifah – Emil Dardak. Belakangan, PKS malah sudah memutuskan untuk berada di barisan Gus Ipul – Anas.

Nah, tinggal PAN dan Gerindra yang belum menentukan sikap. Kedua partai ini jika berkoalisi memang bisa mengusung calon sendiri. PAN memiliki 7 kursi dan Gerindra 13 kursi DPRD, jika dijumlahkan menjadi 20 kursi sudah cukup untuk memenuhi batas minimal mengusung calon sendiri.
Dalam posisi demikian, sudah pasti La Nyalla ‘hanya’ bisa melakukan pengkondisian kepada PAN. La Nyalla sendiri mengaku bakal melakukan komunikasi lebih intens kepada PAN, khususnya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Lalu bagaimana sikap PAN?
 
“Kami tidak menjebakkan diri terikat dengan satu figur. Fokus kami adalah asas manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Jawa timur secara umum. Karena itu semua tahapan dan semua pertimbangan kami jadikan ukuran. Hingga setelah mempertimbangkan semua hal dan berkonsultasi dengan semua pihak, khususnya dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, kami baru akan menjatuhkan pilihan,” tandas A Basuki Babussalam, sekretaris DPW PAN Jawa Timur, Senin (11/12).

Bagi PAN, lanjut Basuki, Pilkada adalah sebuah proses kebangsaan di tingkat daerah. Hasil Pilkada diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang bisa memberikan jaminan atas proses pembangunan Jawa Timur yang optimal secara berkelanjutan.

 “Kami memandang Pilkada ini secara integral. Karena itu semua pertimbangan kami maksimalkan. Targetnya, siapapun yang didukung PAN Jawa Timur bisa memberikan kontribusi yang terbaik bagi Jawa Timur,” katanya.

Selama ini, kata Basuki, PAN punya pengalaman yang cukup baik dalam menjatuhkan dukungan. Sebab, selama tiga periode, calon yang didukung PAN selalu menang.

“PAN Jawa Timur punya pengalaman, siapapun yang didukung PAN selama tiga periode ini, alhamdulillah selalu menang. Hal ini karena PAN Jawa Timur sebelum membuat keputusan soal siapa yang didukung, selalu berkonsultasi dengan banyak pihak. Khususnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyah Jawa Timur, para kyai, dan tokoh masyarakat di Jawa Timur. Dan untuk Pilkada tahun 2018 kali ini hal itu akan tetap kami lakukan,” papar Basuki.

Lalu kapan keputusan itu akan diambil?  “Mengambil istilah pewayangan, perang saat ini baru perang kembang. Nanti di perang Bharatayudha yang sesungguhnya dimulai,  kami akan mengambil keputusan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkas Basuki.//cst
Share on Google Plus

About Suara Jatim

Suarajatim.com adalah portal berita yang memfokuskan sentra informasi tentang Jawa Timur dengan tidak menghilangkan topik-topik terhangat di lintasan nasional.