Cegah Paparan Bahaya Siber Terhadap Anak, Citi Indonesia Gelar Parenting Talkshow

Derasnya arus informasi melalui gadget dan smartphone yang dapat dengan mudah diakses melalui koneksi internet semakin sulit untuk dibendung, termasuk bagi anak-anak yang sudah terpapar dengan penggunaan gawai, apakah untuk bermain games maupun menonton berbagai video. Prestasi Junior Indonesia memanfaatkan tren penggunaan gawai ke arah yang positif dengan memasukkan modul-modul edukasi keuangan dan pendekatan interaktif yang aman, komprehensif dan menyenangkan bagi anak-anak terutama para siswa SDN Ketintang 1 Surabaya.
Surabaya, 18 April 2018 – Orang tua siswa SDN Ketintang 1 Surabaya berkesempatan mengikuti kegiatan Citi Parenting Talkshow bertajuk “Didik Anak Jadi Generasi Cerdas Digital” yang diselenggarakan oleh Citi Indonesia, melalui payung kegiatan kemasyarakatannya Citi Peka (Peduli dan BerKarya), bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) pada Rabu (18/4). Para orang tua diajak untuk menyadari pentingnya membangun keterampilan dan kecerdasan digital pada anak-anak guna mengoptimalkan potensi kemajuan teknologi.

Studi multi-nasional mengenai tingkat keamanan dunia maya yang dilakukan oleh DQ Institute dan World Economic Forum di 29 negara  menunjukkan rata-rata 71% anak usia 8-12 tahun di Indonesia berisiko terpapar bahaya siber, seperti penindasan di dunia maya (cyberbullying), kecanduan video game, online grooming, sampai dengan pelecehan seksual. Indikasi lainnya adalah 34% anak pernah terlibat dalam perilaku seksual online. Peran aktif seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menyiasati penggunaan teknologi yang dapat berdampak buruk bagi pola perilaku dan kesehatan mental anak-anak.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki mengungkapkan, “Perangkat digital dan akses internet telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak masa kini. Berangkat dari hal tersebut, sebagai wujud nyata dari komitmen terhadap perkembangan anak Indonesia, Citi Indonesia bersama dengan PJI menginisiasi pembelajaran mengenai keuangan bagi anak-anak dengan menggunakan metode digital melalui program Digital Financial Literacy for Children. Program ini diharapkan dapat menginspirasi para orang tua untuk mengajarkan penggunaan teknologi digital secara bijak sejak dini.”

Kegiatan ini merupakan rangkaian program edukasi “Digital Financial Literacy for Children” yang telah memasuki tahun implementasi kedua dan dimulai sejak Oktober 2017. Program yang didukung pendanaan dari Citi Foundation ini berhasil melibatkan 2.947 siswa dari 12 sekolah dasar di 5 (lima) kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Denpasar. Melalui program edukasi keuangan berbasis digital yang melibatkan anak dan orang tua, Citi Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keuangan masyarakat sekaligus membangun kesadaran positif penggunaan teknologi sejak dini.

“Saat ini, pengembangan kemampuan intelektual anak-anak perlu dilengkapi dengan keterampilan dan kecerdasan digital. Anak-anak perlu dididik bahwa telepon pintar bukan hanya dapat digunakan untuk bermain saja, tetapi juga untuk hal yang positif, seperti belajar pengelolaan uang dan mencari materi pendukung tugas sekolah. Kami bersama Citi Indonesia berkomitmen untuk terus menjangkau lebih banyak anak-anak Indonesia guna mempersiapkan mereka menjadi generasi masa depan yang cerdas finansial sekaligus cerdas digital,” tutur Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia.

Pada talkshow ini, Psikolog Anak, Roslina Verauli, M.Psi.,Psi., hadir sebagai narasumber yang berbagi informasi kepada orang tua siswa mengenai tantangan sekaligus strategi mengasuh anak di tengah kemajuan teknologi yang dapat berpengaruh pada pola perilaku anak. “Orang tua tidak bisa bersikap antipati dan menutup total akses anak terhadap teknologi. Justru anak Anda bisa saja mencari akses teknologi secara diam-diam dan terpapar informasi negatif yang tak diinginkan. Bila smartphone semakin pintar, maka orang tua pun harus semakin bijak. Aturlah waktu yang tepat dan batasi durasi pemakaian smartphone oleh anak-anak. Saat anak mengerjakan PR, ajak mereka untuk mencari materi atau contoh tambahan dari internet. Ayo bersikaplah terbuka dan positif, maka anak-anak pun dapat berkembang dengan baik bersama kemajuan teknologi,” ungkap Verauli.

“Citi Indonesia bersama dengan mitra NGO kami akan terus berupaya untuk menyelenggarakan beragam program sosial kemasyarakatan, terutama guna mendukung kebijakan pemerintah mengenai peningkatan pemahaman sejak dini di area inklusi dan literasi keuangan,” tutup Elvera.
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Suarajatim.com adalah portal berita yang memfokuskan sentra informasi tentang Jawa Timur dengan tidak menghilangkan topik-topik terhangat di lintasan nasional.