-->

Kebakaran Pasar di Tulungagung, Pemerintah Didesak Segera Ambil Langkah Recovery

kebakaran tulungagung
Ir. HM Heri Romadhon, MM, Anggota Komisi D - FPAN DPRD Provinsi Jatim

Suara Jatim - Sebanyak 800 kios dan lapak di Pasar Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ludes terbakar, pada Jumat (8/11) kemarin.


“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Tentu ini sangat berat bagi para pedagang yang menjadikan pasar sebagai tumpuan ekonomi. Pasar juga telah menjadi akses bagi masyarakat luas terhadap kebutuhan utama mereka,” tandas Heri Romadhon, MM, anggota FPAN DPRD Jatim.

Heri menambahkan jika pihaknya tengah berupaya mendorong pemerintah bisa segera mengambil langkah konkrit membantu para pedagang.

“Saat ini tekanan ekonomi masih demikian kuat, ditambah musibah semacam ini tentu akan menjadi beban yang berlipat bagi para pedagang pasar yang notabene adalah para pelaku UMKM penopang ekonomi rakyat. Kami akan terus dorong pemerintah agar segera mengambil langkah koordinasi, baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar segera ada tindak lanjut dan pedagang bisa bangkit lagi,” lanjut anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim tersebut.

Baca: Kebakaran Tambak Asri Surabaya

Simpati dan keprihatinan yang sama juga datang dari Ir. Ahmad Riski Sadiq, anggota FPAN DPR RI.
“Kami turut bersedih dan bersimpati kepada teman-teman pedagang yang mengalami musibah ini, yang sabar dan Insya Allah segera recovery. Kami berupaya mendorong pemerintah untuk segera bertindak memberi solusi," katanya.

Riski memahami bagaimana musibah kebakaran ini terasa sangat berat bagi pedagang. Terlebih saat ini kondisi perekonomian masih cukup berat.
korban kebakaran pasar
Ir. Ahmad Riski Sadiq. Anggota FPAN DPR RI
"Musibah ini punya pelajaran bahwa mitigasi itu penting. Begitu safety bermasalah urusan yang lain rusak dan ini pelajaran bagi semua pasar. Pedagang pastikan listriknya mati kalau tokonya ditutup. Pastikan alat-alat berpotensi kebakaran berfungsi tanpa kontrol kemudian merokok pastikan aman dan jangan membuang sembarangan," papar Riski Sadiq.//cw

LihatTutupKomentar