PAN Pertahankan Tradisi Ketum Satu Periode untuk Jaga Habitus Demokrasi

Suarajatim.com - Oleh beberapa pengamat, Partai Amanat Nasional (PAN) disebut-sebut memiliki habitus demokrasi yang cukup kuat dengan mempertahankan tradisi ketua umum hanya menjabat satu periode.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai teguran Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terhadap peserta Rakernas PAN yang berteriak lanjutkan adalah sinyal bahwa Amien Rais tengah mengingatkan tentang nilai-nilai demokrasi yang harus terus dijaga nyalanya di PAN.

Menurut Pangi, belakangan ini masyarakat sedang diresahkan dengan sistem kepartaian di Indonesia yang mengarah ke partai oligarki dan feodal. Salah satu contohnya, yaitu tidak adanya pertukaran elite secara reguler pada ketua umum partai.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, lanjut Pangi, maka ini sebuah tanda kalau sistem demokrasi di Indonesia sedang berada di ujung tanduk karena ulah elite-elite politik yang selalu haus akan kekuasaan.

“Pak Amien ini kan orang yang sangat demokratis, sehingga ingin tetap membangun tradisi demokrasi di internal partai. Kalau beliau ingin menjadi ketua umum seumur hidup seperti Megawati dan Prabowo bisa saja dilakukan. Tapi beliau sadar betul bahwa prasyarat mutlak habitus demokrasi adalah terjadinya pertukaran elite secara reguler, ada regenerasi di tubuh partai,” katanya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago

Pangi mengingatkan, “Jangan pernah berharap kita mau melanjutkan dan membangun demokrasi di Indonesia sementara di internal partai politik trennya mulai bergerak menjadi partai feodal dan oligarki yang dimodali kartel.”//cw
LihatTutupKomentar