Tren Instagramable Travelling Meningkat, JavaMifi Jemput Bola di Bandara Juanda

javamifi surabaya
Booth JavaMifi di Bandara Juanda Surabaya

Surabaya, Suarajatim.com - Tingginya minat masyarakat yang bepergian ke luar negeri di tahun 2019 tampaknya masih akan terus menjadi tren di tahun 2020. Berbagai tren liburan seperti solo travel, backpacker, staycation hingga mencari spot instagramable menjadi acuan kaum milenial hingga mereka yang sudah berkeluarga pada tahun lalu.

JavaMifi, penyedia rental wifi terbesar di Indonesia terus fokus mempertahankan posisi sebagai perusahaan lokal pemimpin pasar saat ini. Selain menambah wilayah jaringan di seluruh dunia yang kini mencapai lebih dari 160 negara, JavaMifi juga memperhatikan kemudahan akses untuk konsumen mendapatkan produk mereka.

Baca: Hutan Mangrove Wonorejo, Wisata Murah Masyarakat Surabaya

Pada 9 Januari 2020 lalu, JavaMifi meresmikan gerai terbaru di Bandara Internasional Juanda Surabaya yang berlokasi tepatnya di Terminal 2. “Kami percaya Surabaya masih menjadi salah satu gerbang utama keluar-masuk wisatawan asing maupun wisatawan Indonesia yang akan ke luar negeri,” ungkap Arindro Nugroho, General Manager JavaMifi.

Jawa Timur memiliki pasar yang sangat besar, posisi Bandara Juanda sebagai gerbang masuk maupun keluar utama untuk wilayah timur Indonesia menjadikannya salah satu dari 3 bandara tersibuk di Indonesia.

Baca: Pulau Gili Labak, Surga Terpencil di Ujung Pulau Madura 

Pembukaan gerai baru ini diharapkan bisa mempermudah wisatawan asing yang baru tiba di Indonesia melalui Bandara Juanda untuk mendapatkan JavaMifi sejak menjejakkan kaki di Indonesia, selain tentunya juga memudahkan wisatawan Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri.

Banyaknya maskapai asing yang mendarat maupun terbang dari Surabaya serta agresifnya program pariwisata yang dilakukan Pemerintah Daerah Jawa Timur mendorong kami untuk membuka gerai JavaMifi dan membantu meraih target 2 juta pengguna di tahun ini , JavaMifi akan terus konsisten untuk melebarkan sayap baik untuk pasar inbound maupun outbound.” pungkas Arindro
LihatTutupKomentar