Bagi Kupon Makan Gratis, Banyuwangi Siapkan Empat Skema Jaring Pengaman Ekonomi Terdampak Covid-19

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Foto:istimewa

Suarajatim.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan perhatian kepada para pekerja informal terdampak pandemi virus corona (COVID-19) yang mengandalkan pendapatan harian dan pemasukannya turun, karena banyak warga mengurangi aktivitas di luar rumah, dengan membagikan kupon makan gratis


Untuk pelaksanaan program tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan akan melibatkan warung-warung rakyat agar memberi dampak perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Diharapkan dengan hal tersebut, warung rakyat yang pendapatannya juga ikut turun bisa tetap terjaga dengan pesanan dari pemkab.

Baca: Menu persilangan budaya di kuliner Banyuwangi

"Sehingga ini sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Warung rakyat tetap hidup, penyerapan tenaga kerjanya terjaga, bisnis bumbu-bumbu di pasar terserap. Di sisi lain, ini bisa membantu pekerja informal yang pendapatan hariannya berkurang di masa sulit saat ini," ujarnya.

Agar tetap memperhatikan physical distancing, menurut Azwar Anas, pembagian kupon ditentukan lokasi dan waktu pengambilan, serta makanan wajib dibawa pulang.

Adapun warung-warung rakyat dipantau higienitasnya dan menunya memenuhi konsumsi gizi seimbang, seperti memadukan karbohidrat (nasi), vitamin (sayur-sayuran) dan protein (daging, telur, kacang-kacangan).

"Hari ini masih dalam tahap uji coba, nanti kami evaluasi lagi, kekurangannya diperbaiki sebelum diperluas ke kawasan Banyuwangi lainnya. Kami ingin ada lebih dari 500 warung rakyat dilibatkan untuk menjangkau ribuan pekerja informal. Jadi nanti pekerja informal sasaran dapat makan tiap hari di warung dan kuponnya mingguan atau bulanan, detil dana dan mekanisme sedang dibahas," paparnya.

Bupati Anas juga menambahkan, pembagian kupon itu adalah salah satu wujud jaring pengaman sosial bagi pekerja informal terdampak COVID-19.

"Tentu tidak semua kupon makanan. Jaring pengaman yang lain mayoritas berbentuk sembako," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, ada empat skema jaring pengaman sosial warga kelompok terbawah di Banyuwangi, dengan gotong royong banyak pihak. Pertama dari APBD yang besarannya masih difinalkan bersama DPRD.

Kedua, berbasis sekolah, yang menyalurkan bantuan warga terdampak di sekitarnya, seperti pengemudi becak yang biasa antar-jemput siswa dan PKL ultramikro yang mangkal di depan sekolah. Terdapat 600 sekolah dilibatkan, di mana setiap sekolah membantu 20 warga terdampak, sehingga total menyasar 12.000 warga.

Ketiga, berbasis lembaga amil zakat dan gotong royong dunia usaha, dan keempat, gotong royong berbasis kecamatan dan desa untuk bantu kebutuhan keluarga orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan atau PDP,  sehingga mereka optimal dan tenang dalam menjalankan isolasi tanpa harus memikirkan kebutuhan dasar.

"Semuanya sedang dikonsolidasikan, nanti terdata nama per nama, dengan perkiraan target 110 hingha 150 ribu warga terdampak," tandas Bupati Anas.//cw
LihatTutupKomentar