F-PAN Jatim Minta Gubernur Maksimalkan RS Muhammadiyah dalam Penanganan Pasien Covid-19

Dr. A Basuki Babusaakam, Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur.

Suarajatim.com - Jumlah orang terdampak Covid-19 terus menunjukkan kenaikan. Hal ini dikhawatirkan akan membuat sejumlah rumah sakit rujukan yang sudah ditunjuk pemerintah bakal kewalahan, sehingga membuat pasien tak bisa tertangani dengan maksimal.


“Itu yang menjadi keprihatinan kami. Kami ingin mendorong agar Gubernur Jawa Timur bisa lebih memaksimalkan beberapa RS Muhammadiyah yang sudah menyiapkan diri secara maksimal dalam penanganan Covid-19 namun belum dijadikan rumah sakit rujukan oleh pemprov,” tandas Dr. A Basuki Babusaakam, Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur.

Baca: Soal dukungan ke La Nyalla, PAN masih harus timbang banyak hal

Menurut Basuki, hingga saat ini baru tiga RS Muhammadiyah yang sudah ditetapkan Gubernur Jawa Timur sebagai RS rujukan Covid 19. Ketiga rumah sakit tersebut adalah RS Muhammadiyah Sepanjang, RS Muhammadiyah Lamongan dan RS Muhammadiyah Kediri.

“Sehingga baru tiga rumah sakit tersebut yang mendapat bantuan APD dari pemerintah,” kata Basuki. Dalam kenyataannya, lanjut Basuki, hampir semua rumah sakit Muhammadiyah di Jawa Timur menjadi tempat masyarakat memeriksakan dirinya ketika khawatir terkena gejala Covid 19.

“Bahkan, RS Aisyah Malang dan RS Aisyah Ponorogo, telah menyiapkan banyak kamar khusus isolasi khusus antisipasi Covid 19. Khusus RS Aisyah Malang, sudah menyiagakan 15 ruang isholasi, plus 7 ruang isolasi tekanan negatif yang diperuntukkan bagi calon pasien positif Covid 19. Namun belum ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan. Padahal sudah siap dan sudah melakukan atau memberikan pelayanan,” papar legislator yang juga Sekretaris DPW PAN Jatim itu.

Karena itu, agar bisa lebih memaksimalkan kontribusi pelayanan dalam rangka melakukan penanganan pasien Covid-19 yang lebih luas, Basuki meminta Gubernur Jawa Timur untuk bisa melakukan penambahan RS Rujukan Muhammadiyah. //cw
LihatTutupKomentar