-->
close
harga batu koral

Harga Alkes Melambung, FPAN Jatim: Gubernur Harus Intervensi untuk Kurangi Beban RS

Foto:istimewa

Suarajatim.com - Kelangkaan dan melonjaknya harga alat kesehatan di tengah situasi penanganan Covid-19 menjadi keprihatinan Fraksi Partai Amanat Nasional(FPAN) DPRD Provinsi Jawa Timur.


“Kami mengusulkan kepada Gubernur Jawa Timur agar bisa mengintervensi kondisi ini agar seluruh pihak yang berhubungan dengan alat kesehatan bisa menurunkan harga. Dari informasi yang kami terima, di level distributor saja, harga alat kesehatan bisa naik 300 persen. Padahal ini yang menjadi ketergantungan Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan. Kalau yang naik tingkat eceran bisa dipahami, karena berhadapan dengan kepanikan masyarakat. Tapi kalau distributor yang memainkan harga, harus ada tindakan jelas agar tidak menambah kepanikan masyarakat,” papar Dr A Basuki Babussalam, Ketua F-PAN DPRD Provinsi Jatim.

Baca: F-PAN Jatim Minta Gubernur Maksimalkan RS Muhammadiyah dalam Penanganan Pasien Covid-19

Menurut Basuki setidaknya ada 2 hal yang harus dilakukan pemprov Jatim, yaitu mengintervensi seluruh pihak untuk bisa menurunkan harga harga yang melejit tersebut dan menyediakan segera kebutuhan para nakes dan masyarakat.
Dr. A Basuki Babussalam, Ketua F-PAN DPRD Prov. Jatim

Dia yakin dengan langkah tersebut, keperluan alat pelindung diri, alat kesehatan dan obat obatan, dapat sesegera mungkin terpenuhi bagi tenaga medis dalam perjuangan mereka menangani pasien COVID-19.

“Keluhan itu yang kami terima dari RS Muhammadiyah yang belum ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan. Semua peralatan dibeli secara mandiri dengan harga sangat mahal. Itu masih ditambah dengan resiko SDM yang menjadi garda depan dalam menghadapi wabah Covid-19 ini,” kata Basuki.

Beban RS Muhammadiyah sebagai rumah sakit swasta yang belum ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan, menurut Basuki cukup berat.

“Selain bertambahnya pengeluaran baru yang tak bisa dielakkan, seperti pembelian alat dan pembangunan ruang isolasi, di RS Muhammadiyah yang sudah ditetapkan sebagai RS Rujukan pengobatan Convig 19, masih sangat kekurangan sarana untuk pengiriman hasil pemeriksaan (ludah, liur atau cairan pasien) untuk dibawa ke RS Unair. Karena barang ini khusus, mohon dibantu untuk memudahkan percepatan hasil pemeriksaan,” tandas Basuki.//cw
LihatTutupKomentar