Legislator PAN Usulkan Bentuk Gugus Guru Penggerak untuk Atasi Kendala Belajar Jarak Jauh

zainuddin maliki pan
Prof Zainuddin Maliki bersama Mendikbud Nadiem Makarim

Suarajatim.com - Proses belajar mengajar secara daring selama masa tanggap darurat pandemi Covid-19 ternyata banyak menemui kendala teknologi dan akses internet. Tak semua guru dan siswa memiliki ponsel pintar dan tersentuh jaringan internet, khususnya yang berada di desa terpencil. 


Hal itu membuat kegiatan belajar mengajar dari rumah tak bisa dijalankan secara efektif. Oleh karena itu Kemendikbud RI kemudian meluncurkan prorgam belajar melalui elektronik yang disiarkan oleh TVRI. Hal ini pula sebagai langkah untuk menjangkau siswa yang tak terjangkau internet.

Baca: Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Kepulauan Jadi Perhatian Khusus Fraksi PAN

Tapi ini juga masih berkendala untuk bisa menjangkau kawasan tertentu. Memberikan solusi atas kendala ini, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Prof Zainuddin Maliki menawarkan solusi alternatif yang bisa dilakukan pemerintah dengan membentuk gugus tugas terdiri dari para guru penggerak yang dibekali APD (Alat Pelindung Diri) lengkap sesuai dengan protokol kesehatan.

Guru penggerak yang dimaksud Prof Zainuddin adalah para pengajar diminta datang ke daerah tertentu, dengan jadwal yang telah ditentukan. Kemudian, guru menyampaikan dari rumah ke rumah siswa bahan pembelajaran yang telah dirancang.

"Sebaiknya bukan content based, melainkan lebih tepat bentuknya belajar berbasis problem atau project yang bisa dilaksanakan siswa selama minggu itu," katanya melalui keterangan tertulis.

Guru penggerak, itu pula yang nantinya meminta tagihan hasil belajar sekaligus memberikan bahan pembelajaran hari-hari berikutnya. Dalam pelaksanaannya, lanjut Prof Zainuddin, guru harus tetap mempedomani protokol kesehatan yang ketat.

"Antara lain guru harus mengenakan APD yang lengkap, termasuk pelindung badan," kata Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Dalam teknis pelaksanaan, pengajar harus juga memfokuskan pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan afektif siswa seperti pembentukan sikap disiplin, mandiri, tanggung jawab, pola hidup bersih, peduli sesama, atau sadar lingkungan.

"Tentu sangat relevan diajak belajar memecahkan masalah, khususnya melawan wabah Covid-19 yang tengah menimpa bangsa Indonesia dan umat manusia sedunia ini," tandas Prof Zainuddin.//
LihatTutupKomentar