-->
close
harga batu koral

Libur Covid-19, Seharusnya Jadi Momentum Bikin Siswa Lebih Mandiri

sekolah libur sampai kapan

Suarajatim.com - Proses belajar di rumah karena pendemi covid-19 seharusnya bisa menjadi momentum yang tepat untuk membuat siswa lebih mandiri. Hal itu dikemukakan oleh Prof Zainuddin Maliki, Anggota Komisi X FPAN DPR RI, yang menganggap kegiatan belajar mengajar yang selama ini diterapkan oleh Mendikbud masih tidak memandirikan siswa.


“Ini adalah momentum yang baik untuk menerapkan beberapa kegiatan pembelajaran yang selama ini dipandang dengan sebelah mata, misalnya home schooling,” kata Prof Zainuddin Maliki.

Menurutnya, home schooling selama ini dianggap mengurangi atau menurunkan wibawa sekolah. “Dengan pandemi Corona—yang mewajibkan belajar di rumah—maka konsep home schooling itu menjadi relevan,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambungnya, para pendidik sekarang harus menyelami konsep-konsep home schooling. Kedua tentang belajar mandiri. Menurut Anggota DPR RI dari Dapil X Gresik-Lamongan ini, acapkali siswa dididik dengan pendekatan sebagai objek belajar. Maka pandemi Corona ini sebagai momentum menjadikan siswa mandiri.

“Konsep belajar mandiri itu dengan prinsip-prinsip pembelajaran konstruktivitas. Belajar di mana siswa itu menjadikan dirinya sebagai subjek—yang inisiatif dan tanggung jawab. Tanpa disuruh. Tanpa diawasi. Tanpa intervensi atau didampingi oleh orang lain atau guru,” paparnya.

sekolah libur sampai kapan
Prof. Zainuddin Maliki bersama Mendikbud Nadiem Makarim. (foto: ist. prof zainuddin)
Maka dari itu, lanjutnya, kesempatan harus belajar di rumah karena pandemi Corona ini merupakan momentum yang baik bagi siswa untuk menanamkan prinsip-prinsip belajar konstruktif ini.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya periode 2003-2007 dan 2007-2011 itu menegaskan, selama ini yang dia lihat, guru-guru hanya terfokus KBM pada daring (dalam jaringan).

“Memang dengan daring bermanfaat. Namun dengan daring ini masih menggunakan konsep belajar berdasarkan pengawasan dan kontrol dari guru,” kritiknya. Bedanya, jika di sekolah guru bisa mengontrol secara langsung.

“Kalau sekarang (saat belajar di rumah) kontrol dengan daring,” ujarnya. Dia berharap konsep belajar mandiri ini benar-benar bisa diterapkan. “Karena kalau diterapkan insyaallah hikmahnya besar. Siswa akan punya kesadaran belajar tanpa ada dorongan dari siapa pun tapi dengan kesadaran diri sendiri,” tambahnya.//cw
LihatTutupKomentar