Abadikan Jasa Didi Kempot, PAN Jatim Usulkan Jadi Nama Jalan di Ngawi

Didi Kempot. Foto:istimewa

Suarajatim - Rasa kehilangan atas kepergiaan Lord of Broken Heart ternyata masih dirasakan oleh banyak pihak. Bagaimanapun, Didi Kempot telah menjadi aset budaya bukan hanya di Jawa, tapi bagi Indonesia. 


“Mas Didi Kempot adalah salah satu kebanggaan Jawa Timur. Karenanya kami turut merasa kehilangan, dan pasti karya-karyanya akan tetap kami kenang,” ujar Dr. A Basuki Babussalam, Sekretaris DPW PAN Jawa Timur. 

Basuki mengatakan Didi Kempot adalah musisi yang berhasil menaikkan dan melestarikan budaya asli Jawa dengan tetap menggunakan bahasa Jawa dan tradisi Jawa, tetapi musiknya mampu menghibur semua kalangan tak hanya dari Jawa. 

Tak hanya itu, menurut Basuki, Didi Kempot juga sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mempunyai inisiatif gotong royong yang kuat. 

Dr. A Basuki Babussalam, Sekretaris DPW PAN Jawa Timur.
“Itu bisa dilihat dari konser amal yang baru saja digelarnya dan berhasil mengumpulkan Rp. 7,6 miliar untuk disumbangkan kepada mereka yang terdampak pendemi covid-19,” kata Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Timur ini. 

Sebagai seorang seniman, Didi Kempot menurut Basuki juga sangat cerdas dan peka atas kondisi sosial yang tengah berlangsung. Itu dibuktikan dengan diciptakannya dua lagu di masa pandemi ini yakni tembang Tamba Teka Lara Lunga dan Aja Mudik. 

Karena itu, Basuki mengatakan bahwa inisiatif dan kreativitas Didi Kempot sangat patut dihargai dan dihormati oleh semua kalangan.  

“Mas Didi Kempot telah menjelma sebagai aset budaya, karenanya kami mendorong DPD PAN Ngawi untuk mengusulkan kepada Bupati Ngawi agar mengabadikan nama besar Mas Didi Kempot di Ngawi dengan menjadikannya nama salah satu jalan protokol di Ngawi dan mengangkatnya menjadi salah satu ikon Ngawi. Apalagi ada salah satu lagu Mas Didi Kempot yang sangat populer yang mengambil setting di Ngawi, judulnya ‘Dalan Anyar’,” tandas Basuki.//cw
LihatTutupKomentar