Cemas Dampak Globalisasi, Gus Haji: Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Harus Segera Dilakukan


Suarajatim.com - Arus globalisasi yang demikian deras membawa konsekuensi membawa masuknya budaya asing yang sangat massif. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa tradisi dan budaya lokal yang menjadi sumber nilai-nilai Pancasila akan tergerus dan tercabut dari kehidupan masyarakat Indonesia. 

“Pada titik inilah urgensi revitalisasi nilai-nilai Pancasila segera dilakukan sebelum semuanya menjadi uncontrol,” kata Ketua PB LTMNU (Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama) Probolinggo, Gus Haji Haris Rasyid.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Haji saat menjadi narasumber acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Probolinggo, Sabtu (27/3). Gus Haji hadir mendampingi anggota Badan Pengkajian MPR RI, Ir. Ahmad Rizki Sadig, M. Si. 

Sekitar 160 orang hadir dalam acara yang diselenggarakan di Rumah Makan Masada, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo tersebut. 

Namun, kata Gus Haji, revitalisasi nilai Pancasila tidak hanya direfleksikan pada kehidupan bermasyarakat. Lebih dari itu, Pancasila menjadi penjaga arah kemajuan bangsa dan negara, termasuk di dalamnya proses pembangunan.

Sementara dalam pembangunan nasional perlu adanya komitmen bersama untuk menjaga kontinyuitas. Kesinambungan ini dapat dilakukan dan dicapai berdasar jika ada haluan negara semacam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) ataupun Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). 

Skala prioritas dengan urgensi tinggi akan menjadi pertimbangan utama dalam menyusun program pembangunan. Untuk itu, program pembangunan disusun berdasarkan target capaian, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. 

Selain itu, semua program pembangunan termasuk capaian waktunya tercatat sebagai dokumen pembangunan negara yng dituangkan dalam PPHN.

“Sehingga siapapun yang menjadi presiden akan mengerjakan apa yang telah ada dalam PPHN. Hal ini untuk menjaga kontinyuitas pembangunan,” jelas Gus Haji.

LihatTutupKomentar
close
cicilan yamaha dp 0