-->

Dengar Pendapat Masyarakat, Anggota MPR RI Rizki Sadig Mendapat Keluhan Soal Pertanian


Suarajatim.com - Anggota MPR RI, Ir. Ahmad Rizki Sadig, M. Si, menggelar kegiatan dengar pendapat dengan masyarakat (DPM) di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (9/4/2021). Banyak pertanyaan, keluhan, dan permohonan dari masyarakat diserapnya, termasuk soal pertanian.

“Selaku anggota MPR RI, tugas saya hari ini adalah mendengar pendapat sedulur-sedulur semua. Monggo kalau ada pertanyaan atau bahkan keluhan, disampaikan ke saya,” kata Rizki di depan sekitar 160 orang yang memadati gedung pertemuan RM Notosuman, Jl. Raya Solo, Ngawi.

Dalam paparannya Rizki menyampaikan wacana akan diberlakukannya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) atau Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang menuai pro dan kontra di masyarakat. Anggota Badan Pengkajian MPR RI ini meminta masyarakat untuk menghilangkan kecurigaan bahwa kekuatan politik lama akan bangkit.

“Jika GBHN dianggap representasi kekuatan lama, maka istilahnya dapat diganti dengan penamaan baru misalnya Pokok-Pokok Haluan Negara atau PPHN yang sudah sering kita dengar,” kata Rizki Sadiq.

 “Secara prinsip, apapun nama dan istilah yang digunakan, bangsa dan negara ini butuh arah, prioritas, dan kontinyuitas dalam pembangunan nasional,” lanjut anggota F-PAN DPR RI tersebut.

Saat sesi tanya jawab, seorang peserta bernama Musyafak, menyampaikan terimakasihnya atas diselenggarakannya kegiatan DPM. Ia mengaku senang bisa bertemu anggota DPR/MPR RI, karena bisa menyampaikan secara langsung keluhannya.

“Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dengan anggota MPR RI. Begini, Pak Rizki. Saya ini hidup di tengah-tengah petani, petani penggarap, buruh tani, sehingga yang menjadi tangisan mereka saya tahu,”  kata Musyafak.

“Saudara-saudara kita, para petani itu mengeluh kalau pupuk begitu sulit didapat dan harganya selangit. Saya mohon kesulitan kami ini bisa langsung disampaikan ke atas sana, ke para pengambil kebijakan di Jakarta,” pintanya.

Rizki Sadig merespon permohonan itu dengan mengajak agar para petani lebih berdaya. Ia berharap masyarakat, khususnya para petani, bisa ikut memajukan pembangunan, terutama di sektor pertanian yang merupakan penopang utama ekonomi Kabupaten Ngawi.

“Persoalan pupuk merupakan persoalan kita bersama. Insyaallah, ke depan nanti para petani akan semakin berdaya dan memajukan sektor paling penting di negara ini, yaitu pertanian,” pungkas politisi yang juga menjabat Ketua DPW PAN Jawa Timur itu. HK

LihatTutupKomentar