SUARAJATIM – Kreativitas warga Malang membawa pulang juara ketiga dalam Lomba Hias Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia yang digelar SariWangi dalam rangka perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Gapura karya warga Malang tampil dengan konsep yang memadukan simbol kemerdekaan dan teknologi. Figur Garuda berukuran besar menjadi bagian utama, kemudian dilengkapi papan LED berjalan yang menampilkan pesan-pesan perayaan kemerdekaan.
Konsep tersebut mengantarkan warga Malang masuk tiga besar setelah bersaing dengan ratusan karya dari berbagai daerah di Indonesia.
Didik, pemenang ketiga Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia dari Malang, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat berbeda agar gapura tidak hanya menjadi hiasan perayaan 17 Agustus.
"Kami ingin gapura ini terlihat beda, makanya kami coba memadukan figur burung Garuda yang cukup besar dengan tulisan LED berjalan. Ini menandakan hasil kerja keras warga, semua dikerjakan bersama-sama," ujar Didik.
Lomba Hias Gapura menjadi bagian dari rangkaian program Waktunya Ngeteh Indonesia yang digelar SariWangi untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.
Dari sekitar 500 karya yang dikirimkan masyarakat dari berbagai daerah, sebanyak 178 perumahan atau lingkungan terpilih mendapatkan dukungan khusus untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus.
Selain karya dari Malang, juara pertama diraih gapura karya warga Bandung. Konsepnya tidak hanya mengandalkan gapura, tetapi juga mural yang membentang di sepanjang tembok gang dan menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, juara kedua diraih warga Yogyakarta. Gapura tersebut mengangkat bambu sebagai material utama yang dipadukan dengan simbol secangkir teh sebagai gambaran kehangatan dan kebersamaan antarwarga.
Brand Manager SariWangi Irene Limantara mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu gambaran semangat gotong royong masyarakat Indonesia.
"Bagi SariWangi, lomba hias gapura adalah salah satu simbol kegiatan yang memperlihatkan nilai karakter kekuatan masyarakat Indonesia yaitu gotong royong dan kebersamaan," kata Irene.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terlihat dari proses warga berkumpul, bertukar ide hingga mengerjakan gapura secara bersama-sama.
Selain tiga pemenang utama, SariWangi juga memberikan penghargaan kepada lima pemenang favorit dan lima pemenang Most Likes berdasarkan antusiasme masyarakat serta engagement di media sosial.
Lima pemenang favorit berasal dari Palembang, Makassar, Samarinda, Jakarta, dan Bandung. Sedangkan kategori Most Likes diraih dua karya dari Bandung, Banjarmasin, Jakarta, dan Malang.
Rangkaian Waktunya Ngeteh Indonesia juga mencakup video yang mengangkat tradisi perayaan kemerdekaan di sejumlah daerah, kegiatan bersama mitra petani, serta Pesta Rakyat SariWangi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Melalui kegiatan tersebut, SariWangi mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan melalui aktivitas bersama yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Selama lebih dari 53 tahun, SariWangi menyebut telah menjadi bagian dari berbagai momen kebersamaan masyarakat Indonesia, termasuk aktivitas berkumpul dan berbagi cerita sambil menikmati teh.
![]() |
| Warga Malang meraih juara 3 Lomba Hias Gapura SariWangi dengan konsep Garuda dan LED |
Konsep tersebut mengantarkan warga Malang masuk tiga besar setelah bersaing dengan ratusan karya dari berbagai daerah di Indonesia.
Didik, pemenang ketiga Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia dari Malang, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat berbeda agar gapura tidak hanya menjadi hiasan perayaan 17 Agustus.
"Kami ingin gapura ini terlihat beda, makanya kami coba memadukan figur burung Garuda yang cukup besar dengan tulisan LED berjalan. Ini menandakan hasil kerja keras warga, semua dikerjakan bersama-sama," ujar Didik.
Lomba Hias Gapura menjadi bagian dari rangkaian program Waktunya Ngeteh Indonesia yang digelar SariWangi untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.
Dari sekitar 500 karya yang dikirimkan masyarakat dari berbagai daerah, sebanyak 178 perumahan atau lingkungan terpilih mendapatkan dukungan khusus untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus.
Selain karya dari Malang, juara pertama diraih gapura karya warga Bandung. Konsepnya tidak hanya mengandalkan gapura, tetapi juga mural yang membentang di sepanjang tembok gang dan menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, juara kedua diraih warga Yogyakarta. Gapura tersebut mengangkat bambu sebagai material utama yang dipadukan dengan simbol secangkir teh sebagai gambaran kehangatan dan kebersamaan antarwarga.

Brand Manager SariWangi Irene Limantara mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu gambaran semangat gotong royong masyarakat Indonesia.
"Bagi SariWangi, lomba hias gapura adalah salah satu simbol kegiatan yang memperlihatkan nilai karakter kekuatan masyarakat Indonesia yaitu gotong royong dan kebersamaan," kata Irene.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terlihat dari proses warga berkumpul, bertukar ide hingga mengerjakan gapura secara bersama-sama.
Selain tiga pemenang utama, SariWangi juga memberikan penghargaan kepada lima pemenang favorit dan lima pemenang Most Likes berdasarkan antusiasme masyarakat serta engagement di media sosial.
Lima pemenang favorit berasal dari Palembang, Makassar, Samarinda, Jakarta, dan Bandung. Sedangkan kategori Most Likes diraih dua karya dari Bandung, Banjarmasin, Jakarta, dan Malang.
Rangkaian Waktunya Ngeteh Indonesia juga mencakup video yang mengangkat tradisi perayaan kemerdekaan di sejumlah daerah, kegiatan bersama mitra petani, serta Pesta Rakyat SariWangi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Melalui kegiatan tersebut, SariWangi mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan melalui aktivitas bersama yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Selama lebih dari 53 tahun, SariWangi menyebut telah menjadi bagian dari berbagai momen kebersamaan masyarakat Indonesia, termasuk aktivitas berkumpul dan berbagi cerita sambil menikmati teh.

