Lakukan Studi Banding Terhadap Kegiatan Fintech, AFTECH Ikut Serta Dalam Money 20/20 Di Thailand

AFTECH


SJT– Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) berpartisipasi dalam kegiatan Money 20/20 Asia yang diselenggarakan pada 23-25 April 2024 bertempat di Queen Sirikit National Convention Center (QNCC), Bangkok, Thailand. Kegiatan yang mengangkat tagline “Where Money Does Business” memiliki rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk menghubungkan seluruh ekosistem keuangan Asia mulai dari bank, sistem pembayaran, fintech, teknologi, startup, serta regulator. Selain itu, ragam kegiatan yang dilaksanakan mencakup diskusi secara mendalam dengan pembicara yang ahli di layanan jasa keuangan dan networking antarpelaku industri fintech.


Selama kegiatan Money 20/20 Asia, AFTECH berkesempatan untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan. Pada panel diskusi dengan topik “Navigating the Future: Key Fintech Development Trends in ASEAN” yang diselenggarakan oleh Chinese Delegation, AFTECH menjadi pembicara bersama Thai Fintech Association dan dimoderatori oleh Zennon Kapron. Sesi ini memberikan informasi kepada perusahaan China yang ingin memperluas bisnis dan tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang tren, peluang, dan tantangan perkembangan fintech di pasar Asia Tenggara.


AFTECH, turut diwakili oleh Chrisma Albandjar yang merupakan anggota Dewan Pengurus Harian, juga menjadi bagian dari roundtable discussion bertajuk “Fintech Associations Roundtable: Charting the Course for Regulatory Harmony and Financial Inclusion in Asia” bersama Asia FinTech Alliance (AFA), Diskusi ini menyepakati perlunya regulasi yang mendukung inovasi dan kolaborasi fintech, serta meningkatkan literasi keuangan yang dapat mendorong inklusi berkelanjutan.


Masih dalam rangkaian Money 20/20 Asia, AFTECH melakukan langkah strategis dalam mendukung peningkatan inklusi keuangan dan perkembangan fintech di Indonesia melalui penandatanganan Memorandum or Understanding (MoU) kerjasama dan kolaborasi dengan Luxembourg House of Financial Technology (LHoFT) Foundation pada Rabu, 24 Maret 2024. Dalam momentum penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut, Executive Director AFTECH, Aries Setiadi, menyatakan “penandatanganan MoU antara AFTECH dan LHoFT bertujuan untuk memberikan dukungan pada perkembangan industri fintech dalam bentuk kegiatan penelitian teknologi, pengembangan inovasi, serta eksplorasi ekosistem start up fintech di Luxembourg dan Indonesia”.
 

Sejalan dengan hal tersebut, Annabelle Albert-Fonteneau, Startup Growth Manager LHoFT, menyatakan “Pemerintah Luxembourg melalui LHoFT memiliki komitmen yang kuta dalam meningkatkan inklusi keuangan, termasuk di Asia Tenggara. Kerjasama antara LHoFT dan AFTECH diharapkan menjadi akselelator dari tujuan tersebut.” Dalam rangka meningkatkan partisipasi aktif AFTECH yang berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, kerjasama dengan Luxembourg juga mencakup beberapa hal, seperti:
 

  • Saling mendukung dalam rangka mengeksplorasi terkait inovasi yang dilakukan terhadap ekosistem digital antara Luxembourg dan Indonesia.
  • Meningkatkan peluang dalam mendukung model bisnis dari fintech yang ada di kedua negara melalui penyelenggaraan kegiatan untuk mempromosikan dan memfasilitasi pengembangan bisnis, dengan fokus pada inovasi teknologi. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa konferensi dan seminar internasional, lokakarya dan program pelatihan bisnis, delegasi bisnis dan kunjungan studi, pertemuan, serta kegiatan lain yang dapat mendukung dari perkembangan industri fintech di masing-masing negara.
  • Secara aktif melakukan pertukaran informasi mengenai perkembangan ekosistem startup di kedua negara, baik Luxembourg maupun Indonesia. Dalam rangka menumbuhkan dan mempertahankan ekosistem startup yang dinamis, maka diperlukan adanya fokus kepada delapan faktor utama, yaitu: pendanaan, jangkauan pasar, keterhubungan global, bakat teknis, pengalaman startup, daya tarik sumber daya, keterlibatan perusahaan, ambisi dan strategi pendiri.

Tahun ini juga merupakan tahun pertama penyelenggaraan program Catapult oleh LHoFT yang memberikan kesempatan kepada start up fintech di Asia Tenggara untuk mengikuti kegiatan boot camp selama dua minggu dengan disponsori oleh Kementerian Luar Negeri Luxembourg. Dalam program ini, dua perusahan fintech, AIforsee dan Finfra, menjadi wakil finalis dari Indonesia.


Di samping berpartisipasi pada rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Money 20/20 Asia, AFTECH menjadi bagian dari side event yang diselenggarakan oleh TechSauce dan International Digital Economies Association (IDEA) dengan judul “Tech Gateway: Unveiling Opportunities in Southeast Asia” pada Kamis, 25 April 2024 di SCBX Next Tech Siam Paragon. Sesi ini membahas kerjasama ekonomi digital di kawasan Asia yang semakin berkembang, termasuk implementasi cross-border payment melalui QR code yang telah berjalan di beberapa negara.


Selain dihadiri oleh AFTECH, acara Money 20/20 Asia juga diikuti dari perusahaan anggota seperti DANA Indonesia, Xendit, Paper.id, Amartha, AIforsee, Julo, dan lainnya. Tentu saja dengan adanya peran aktif para anggota AFTECH pada level internasional menjadi bukti bahwa perkembangan industri fintech di Indonesia mampu memberikan kontribusi positif pada inovasi teknologi sektor keuangan.
“Kerjasama dan kolaborasi antar-stakeholders di industri fintech pada tingkat internasional dilakukan AFTECH bersama dengan para pelaku fintech untuk memperkuat posisi dan peran fintech Indonesia di tataran global. Ke depan, AFTECH juga akan terus mendorong peningkatan kerjasama dan kolaborasi dengan asosiasi lain di tingkat internasional guna meningkatkan peran strategis AFTECH pada industri fintech di Indonesia,” tutup Aries.

LihatTutupKomentar