iklan jual beli mobil

Awal Tahun: Citi Luncurkan Studi Pembiayaan Rantai Pasok Guna Mengantisipasi Hal-Hal Tidak Diinginkan

CitiGPS


SJT - Citi melalui Citi Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) merilis laporan terbaru bertajuk   Muncul. Laporan tersebut menyoroti lanskap global yang terus berkembang dengan inovasi teknologi yang transformasional dan pergeseran geopolitik. Citi, salah satu bank global terkemuka di dunia, menekankan perlunya peningkatan ketahanan dalam rantai pasok global. Sebuah studi dari Citi GPS mengkaji evolusi rantai pasok global dan didukung oleh hasil survei dari perusahaan multinasional paling kompleks dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh dunia, menyoroti tantangan yang dihadapi banyak perusahaan di seluruh dunia saat ini.

Baca Disini: Citi Berikan Rp390 Milyar

Di tengah inovasi teknologi yang transformatif, peningkatan ketahanan tidak dapat dipungkiri. Hampir setiap negara dan perusahaan berfokus pada keamanan, baik dari aspek pangan, air, energi, siber, keuangan, maupun operasional. Oleh karenanya, banyak perusahaan atau negara melakukan konfigurasi ulang rantai pasok untuk memenuhi permintaan pelanggan atau pemangku kepentingan lainnya.

Teknologi sangat penting bagi banyak perkembangan baru dalam pembiayaan perdagangan. Inovasi seperti kecerdasan buatan dan internet of things dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, memangkas biaya, mengurangi penipuan, dan meningkatkan transparansi di seluruh rantai pasokan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah semua pihak harus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas data yang mendukung solusi ini. Kabar baiknya adalah survei kami menunjukkan bahwa rantai pasokan tidak lagi berada dalam kondisi krisis. Meningkatnya fokus pada ketahanan telah melahirkan era baru diversifikasi, dan seiring dengan adaptasi dunia usaha dan negara terhadap era ini, kami mulai melihat manfaat nyata pada pertumbuhan ekonomi.

•    Pertama, seiring meningkatnya permintaan terhadap ketahanan dan keberagaman, peluang untuk pemain kecil terlibat dalam perdagangan global semakin besar, termasuk pemasok di negara berkembang.

•    Kedua, peningkatan fokus pada ketahanan dan investasi pada rantai pasok menciptakan diversifikasi perekonomian. Contoh di wilayah Indo-Pasifik adalah Malaysia, Thailand, dan Vietman. Di wilayah lain yaitu Timur Tengah, Arab Saudi, UEA dan lainnya sedang menjalani transformasi dalam upaya melakukan diversifikasi dari minyak. Kami juga melihat banyak negara dan perusahaan melakukan diversifikasi rantai pasokan mereka di sektor tertentu.

•    Ketiga, diversifikasi menciptakan koridor perdagangan baru. Brazil melakukan lebih banyak perdagangan dengan India dan China daripada dengan Argentina. Timur Tengah saat ini lebih terhubung dengan Asia daripada Eropa. Hampir 30% perusahaan multinasional yang disurvei pada laporan ini mengindikasikan bahwa mereka menerapkan strategi   dalam rangka membangun ketahanan yang lebih besar, dengan Vietnam dan Thailand menjadi negara utama dalam rencana ekspansi mereka.

Baca Disini:   Citi Unlocking Climate

Seiring sistem lama akan terus terdisrupsi, era baru diversifikasi akan berkembang untuk memenuhi tuntutan baru. Namun perubahan ini tidak akan terjadi secara instan. Terutama pada rantai pasok dan hubungan perdagangan yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dibangun.

Batara Sianturi, CEO Citibank, N.A., Indonesia bersamaan dengan perubahan lanskap global, Citi terus menggunakan keahlian kami untuk mendukung klien dalam mengatasi tantangan global, mendukung kebutuhan lintas batas, dan mengarungi era baru diversifikasi untuk memastikan masa depan yang kuat dan terkoneksi. Di Indonesia, Citi memberikan fasilitas Pembiayaan Rantai Pasok Berkelanjutan atau Sustainable Supply Chain Finance (SSCF) kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia dan Henkel. Program ini menunjukkan keterlibatan aktif Citi dalam mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

Perusahaan kimia ternama dari Jerman, Henkel, menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan program Sustainable Supply Chain Finance (SSCF) dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutannya, serta mendukung pemasok dengan memberikan insentif untuk pembiayaan rantai pasokan. Selain itu, melalui Program Sustainable Supply Chain Finance (SSCF) dengan Coca- Cola Europacific Partners Indonesia, Citi memberikan pembiayaan kepada pemasok klien sejak tanggal penerimaan barang/penyediaan layanan tertentu hingga tanggal jatuh tempo pembayaran kepada pemasok tersebut

LihatTutupKomentar