TDA Siapkan Ekosistem Bisnis agar Pengusaha Daerah Ikut Tumbuh

SUARAJATIM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada triwulan II 2026 belum tentu dirasakan merata oleh seluruh pengusaha. Kondisi ini menjadi salah satu pembahasan dalam Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) Tangan Di Atas (TDA) 9.0 yang berlangsung di Surabaya, 13–15 Oktober 2026.
Pengurus TDA 9.0 dalam MUKERNAS di Surabaya, 13-15 Oktober 2026
Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan para pengusaha perlu mengetahui sektor mana yang sedang tumbuh agar dapat menemukan peluang usaha yang relevan. Informasi tersebut juga bisa menjadi referensi bagi pelaku usaha di daerah lain untuk mengembangkan bisnis serupa.

Menurut Ferdian, pengalaman pengusaha yang berhasil mengembangkan bisnis di suatu sektor dapat dipelajari dan diterapkan oleh anggota lain, sepanjang sesuai dengan kondisi pasar dan kemampuan masing-masing.

“Di saat kita sama-sama ngobrol, pertumbuhan itu sebenarnya di mana, di industri apa, di sektor apa. Kenapa? Karena kami semuanya ingin mendapatkan angka pertumbuhan itu,” ujar Ferdian dalam pemaparan MUKERNAS TDA 9.0 di Surabaya.

Ia menjelaskan, kondisi usaha anggota TDA beragam. Ada yang mengalami pertumbuhan, ada yang stagnan, dan ada pula yang menghadapi tekanan. Karena itu, MUKERNAS diharapkan menjadi ruang berbagi informasi mengenai sektor bisnis yang sedang berkembang beserta peluang yang dapat dimanfaatkan pengusaha di daerah lain.

TDA Dorong Pengusaha Saling Mengisi Peluang
Ferdian mengatakan pengusaha perlu membangun kerja sama agar dapat menghadapi persaingan dan perubahan pasar. Salah satu caranya melalui ekosistem bisnis yang memungkinkan anggota saling memasok produk maupun menggunakan layanan dari sesama pengusaha.

Melalui pola tersebut, transaksi dapat terjadi di dalam komunitas sebelum anggota memperluas pasar ke luar jaringan TDA.

“Di situasi seperti ini kita tidak bisa sendirian. Kita perlu bersama-sama. TDA merancang pendekatan ekosistem, di mana pengusaha perlu saling bekerja sama antaranggota,” katanya.

Selain transaksi antarpengusaha, TDA melihat peluang pengembangan bisnis melalui model kemitraan atau pembukaan cabang. Cara ini dapat menjadi alternatif bagi pengusaha yang ingin memasuki bidang usaha tertentu tanpa harus merintis seluruh sistem bisnis dari awal.

Ferdian menilai model cabang memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan sistem operasional yang telah tersedia, termasuk standar operasional prosedur (SOP). Dengan begitu, pengusaha dapat lebih fokus pada pengelolaan dan pemasaran sesuai ketentuan kemitraan yang dijalankan.

Menurutnya, ekosistem bisnis perlu membuka dua hal sekaligus, yakni harapan melalui pembelajaran dari bisnis yang tumbuh dan kesempatan melalui kemitraan yang lebih mudah diakses.

TDA One Siapkan Koneksi dan Pembelajaran Digital
Selain penguatan ekosistem, TDA memperkenalkan TDA One sebagai platform untuk menghubungkan anggota, profil bisnis, pengetahuan, serta peluang kolaborasi.
Ferdian Brilian menjelaskan pengembangan ekosistem bisnis dalam MUKERNAS TDA 9.0
Ferdian menyebut jumlah anggota yang tercatat dalam platform tersebut telah mendekati 70.000 orang per sore menjelang pelaksanaan rangkaian MUKERNAS. Data bisnis anggota diharapkan membantu mereka menemukan koneksi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

TDA One juga direncanakan memiliki fitur pembelajaran melalui learning management system (LMS), yang dikembangkan bersama departemen pengembangan pendidikan TDA.

Ferdian mengungkapkan, sekitar 97 persen anggota berada pada level foundation, yakni kelompok bisnis dengan omzet di bawah Rp2,5 miliar per tahun. Kondisi itu menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas bagi pengusaha yang ingin mengembangkan skala bisnisnya.

Melalui platform tersebut, TDA ingin mempertemukan kebutuhan anggota dengan materi pembelajaran dan peluang kerja sama yang relevan.

Aktivitas gamification juga disiapkan untuk mendorong anggota saling terhubung melalui pemindaian aplikasi, bertukar informasi bisnis, dan membangun relasi baru.

Program Nasional Diteruskan hingga Daerah
Sekretaris Jenderal TDA 9.0, Hendy Windardy, mengatakan visi kepengurusan telah diperkenalkan melalui sejumlah kegiatan sebelumnya, termasuk peluncuran awal kepengurusan TDA 9.0. MUKERNAS menjadi forum untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam program kerja.

Program akan dijalankan oleh pengurus pusat, sementara sejumlah agenda lainnya diteruskan kepada pengurus wilayah dan daerah.

Dengan pola tersebut, program pengembangan pengusaha diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan dan potensi ekonomi masing-masing daerah.

MUKERNAS TDA 9.0 berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya. Kegiatan ini menghimpun sekitar 500 pengurus dari 119 daerah dengan tema “Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi”.

Melalui forum tersebut, TDA ingin memperluas akses informasi mengenai sektor bisnis yang tumbuh, mempertemukan pengusaha dengan mitra potensial, serta membuka jalan bagi pengembangan usaha melalui transaksi antarangggota dan kemitraan bisnis.
LihatTutupKomentar