Water Heater Tak Pernah Dikuras, Air Endapan Karat Bisa Picu Masalah Kulit

SUARAJATIM – Water heater atau pemanas air di kamar mandi kerap dianggap sebagai perangkat rumah tangga yang cukup dipasang dan digunakan setiap hari. Padahal, tangki di dalamnya membutuhkan perawatan rutin karena dapat menjadi tempat penumpukan kotoran, endapan mineral, hingga karat.
Jarang Dikuras, Tangki Water Heater Bisa Menyimpan Endapan dan Karat
Masalahnya, banyak pengguna belum menyadari pentingnya menguras tangki pemanas air. Kebiasaan ini berpotensi membuat kualitas air menurun sekaligus memengaruhi performa dan usia pakai perangkat.

President Director of Electrolux Indonesia, Iffan Suryanto, mengatakan persoalan tersebut mulai mendapat perhatian setelah pihaknya melakukan riset terhadap konsumen pengguna water heater.

Riset itu berawal dari rasa penasaran terhadap konten yang ditemukan Iffan di TikTok sekitar tahun lalu. Electrolux kemudian melakukan penelusuran langsung kepada pengguna untuk mengetahui kondisi tangki pemanas air yang digunakan sehari-hari.

“Terus kita melakukan riset langsung kepada konsumen yang menggunakan water heater, dan kita temukan semakin banyak, ternyata semuanya mengalami hal yang sama,” kata Iffan saat ditemui di Surabaya.

Temuan tersebut mendorong Electrolux melakukan pemeriksaan lebih mendalam, termasuk membongkar tangki dan memeriksa air di dalamnya. Dari proses itu, perusahaan menemukan persoalan endapan dan karat yang menurut Iffan perlu mendapat perhatian lebih luas.

Air Berkarat dari Water Heater Perlu Diwaspadai
Air yang digunakan untuk mandi seharusnya bersih. Namun, kondisi bagian dalam water heater bisa luput dari perhatian karena tangki tertutup dan penggunanya tidak dapat melihat langsung apa yang terjadi di dalamnya.

Endapan mineral dan kotoran dapat menumpuk seiring pemakaian. Dalam kondisi tertentu, korosi pada bagian tangki juga dapat menyebabkan karat mencemari air.

Karena itu, kondisi air yang keluar dari pemanas perlu diperhatikan. Perubahan warna menjadi kecokelatan, munculnya partikel, atau perubahan lain yang tidak biasa patut menjadi alasan untuk memeriksa perangkat.

Iffan mengingatkan bahwa persoalan air berkarat perlu dipahami dari sisi kebersihan dan kesehatan. Menurut dia, hasil pembahasan awal dengan seorang profesor dari salah satu universitas terbuka menunjukkan kemungkinan dampak pada kulit, terutama bagi orang yang sensitif.

“Kalau air karat kena dalam kulit, yang paling utama itu kulit kita kering dulu. Kalau kulit kita kering, orang yang sensitif kulit pasti akan menyebabkan eczema,” ujarnya.

Eksim atau eczema merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat menimbulkan gatal, kemerahan, dan kulit kering. Meski demikian, hubungan antara paparan air berkarat dari water heater dan risiko gangguan kulit tertentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Electrolux menyatakan sedang bekerja sama dengan seorang profesor untuk mendalami persoalan tersebut.

Adapun dampak apabila air yang mengandung karat tertelan juga belum dapat disimpulkan dari keterangan awal itu. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap semua paparan air berkarat menimbulkan penyakit tertentu, tetapi tetap mengutamakan kebersihan air dan memeriksa sumber masalahnya.

Menguras Water Heater Sebulan Sekali
Salah satu langkah perawatan yang dianjurkan Electrolux adalah menguras tangki secara rutin. Perusahaan merekomendasikan pengurasan setiap satu bulan sekali untuk mengurangi penumpukan kotoran dan menjaga kondisi bagian dalam pemanas air.
Iffan Suryanto, President Director of Electrolux Indonesia, menjelaskan pentingnya pengurasan tangki water heater secara rutin.
Menurut Iffan, rekomendasi tersebut didasarkan pada pengamatan terhadap kondisi air yang masih menyisakan kotoran ketika pengurasan dilakukan setiap dua bulan.

“Kita berangkat dari salah satu rekan kita melakukan dua bulan sekali. Tapi setiap kali dua bulan divideoin, itu ternyata masih ada kotoran,” kata Iffan.

Dari pengamatan tersebut, Electrolux berharap pengurasan bulanan dapat membantu mengurangi jumlah kotoran yang tertinggal di dalam tangki.

Ia mengibaratkan perawatan water heater seperti membersihkan bak mandi. Ketika bak mulai kotor, orang biasanya segera membersihkannya sebelum digunakan kembali. Prinsip serupa, menurut dia, perlu diterapkan pada tangki pemanas air meskipun kotorannya tidak terlihat dari luar.

Namun, jadwal pengurasan tetap perlu disesuaikan dengan petunjuk perawatan masing-masing perangkat dan kondisi sumber air. Pengurasan juga tidak otomatis mengatasi korosi yang sudah terjadi atau kerusakan pada tangki.

Jika air yang keluar berwarna kecokelatan, mengandung partikel, atau menunjukkan perubahan yang tidak biasa, pengguna sebaiknya memeriksa penyebabnya terlebih dahulu. Apabila ditemukan indikasi karat atau kerusakan tangki, pemeriksaan oleh teknisi diperlukan untuk memastikan perangkat masih layak digunakan.

Biaya Perawatan Jadi Pertimbangan
Salah satu alasan pengurasan kerap diabaikan adalah prosesnya dianggap merepotkan. Pengguna harus menghubungi teknisi, menyesuaikan jadwal kunjungan, dan membayar biaya perawatan.

Iffan mencontohkan biaya kunjungan teknisi sekitar Rp200.000 dalam pengalamannya menjelaskan persoalan ini. Jika dilakukan rutin, pengeluaran tersebut dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi rumah tangga.

“Jadi kita harus mau pelihara airnya bersih. Ya, kita harus sebulan sekali. Sama kayak bak mandi yang tadi kita berikan perumpamaan,” ujarnya.

Persoalan itu kemudian mendorong Electrolux mengembangkan water heater yang memungkinkan pengguna menguras tangki secara mandiri. Menurut Iffan, edukasi mengenai perawatan menjadi hal utama karena persoalan karat tidak terbatas pada satu merek.

“Yang paling penting adalah mengedukasi konsumen di Indonesia dulu. Itu bahaya, mau pakai merek apa pun, kalau selama belum berkarat, segera lakukan pengurasan. Jangan sampai nggak dikuras, itu dulu. Yang penting selamat dulu dan sehat dulu konsumen di Indonesia,” kata Iffan.

Electrolux Kenalkan Water Heater dengan Fitur Kuras Mandiri
Sebagai salah satu solusi atas kendala perawatan tersebut, Electrolux memperkenalkan UltimateHome Series di Surabaya pada 28 Oktober 2026. Lini pemanas air ini terdiri atas tiga kategori, yakni UltimateHome 300, 500, dan 700, dengan total tujuh model.
Deretan produk water heater Electrolux yang mempunyai fitur kuras mandiri
Perbedaan utamanya terletak pada sistem pengurasan. UltimateHome 700 menggunakan fitur Easy Drain yang memungkinkan air dikeluarkan melalui katup, sedangkan UltimateHome 300 dan 500 memakai sistem Self Drain yang pengoperasiannya menggunakan kunci Inggris.

Melalui fitur tersebut, Electrolux ingin mempermudah konsumen merawat tangki tanpa harus selalu mengandalkan kunjungan teknisi.

Meski demikian, pemilik water heater merek apa pun tetap perlu memperhatikan kebersihan air, mengikuti petunjuk perawatan, dan memeriksa kondisi tangki secara berkala. Kebiasaan menguras yang tepat menjadi salah satu langkah untuk menjaga perangkat tetap terawat dan mengurangi risiko penumpukan kotoran.

Bagi konsumen yang sedang mencari pemanas air baru, fitur pengurasan mandiri dapat menjadi salah satu pertimbangan saat memilih produk. Namun, untuk perangkat yang sudah menunjukkan tanda-tanda korosi atau kerusakan, pemeriksaan kondisi tangki tetap lebih penting daripada sekadar mengandalkan pengurasan rutin.
LihatTutupKomentar