mie lurus

Deteksi Dini Kanker Payudara, AHCC Beri Skrining Mammography Gratis untuk Kader PKK Surabaya

  • Adi Husada Cancer Center menyelenggarakan rangkaian acara Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk meningkatkan kesadaran wanita di Surabaya agar tidak terlambat dalam melakukan penanganan kanker payudara. Acara tersebut diikuti oleh 1701 lebih kader PKK di 31 kecamatan kota Surabaya sejak bulan Juli hingga Oktober 2022. 

Surabaya, Suarajatim.com - Kanker payudara menduduki urutan pertama sebagai jenis kanker paling banyak diderita masyarakat Indonesia, tak terkecuali Surabaya. Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2020, tercatat ada 1073 kasus penyakit mematikan tersebut di Surabaya.


Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility Adi Husada Cancer Center (AHCC) sebagai layanan kanker terintegrasi di Indonesia Timur, dan sekaligus dalam rangka memperingati bulan kesadaran kanker payudara serta menyambut 5 tahun berdirinya AHCC, dilakukanlah penyuluhan bertajuk “Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara” kepada 1701 lebih kader PKK di 31 kecamatan kota Surabaya sejak bulan Juli hingga Oktober 2022. 


Penyuluhan tersebut tidak hanya berisi edukasi mengenai penyakit kanker payudara, namun juga menginformasikan bagaimana cara melakukan SADARI dan SADANIS dengan benar, talkshow bersama dokter spesialis, serta bantuan skrining mammography gratis sebanyak 300 pemeriksaan bagi kader PKK Surabaya yang memenuhi syarat, terutama mereka yang memiliki riwayat kanker di keluarga.


Rangkaian acara ditutup dengan olahraga zumba bersama di alun-alun kota pada Hari Minggu 23 Oktober 2022 yang diikuti  tak kurang dari 200 orang. Para peserta juga menuliskan dukungan kepedulian untuk para survivor kanker payudara pada selembar kain lebar yang dinisiasi oleh Ketua PKK Surabaya, Ibu Rini Indriyani Eri Cahyadi.


“Semakin dini ditemukan, kanker payudara sangat mungkin dapat disembuhkan. Maka jangan takut untuk memeriksakan diri jika dari hasil deteksi dini lewat SADARI maupun SADANIS ditemukan hal yang mencurigakan," kata dr Arga Patrianagara Sp B(K)Onk.


“Ironisnya banyak pasien datang berobat ke AHCC sudah dalam kondisi stadium lanjut. Kami berharap lewat acara sosialisasi ini, perempuan-perempuan Surabaya menjadi lebih peduli pada pencegahan kanker payudara. Terutama dengan rutin melakukan SADARI dan SADANIS," timpal Emmy Ariani selaku General Manager AHCC.


SADARI sendiri merupakan singkatan dari Pemeriksaan Payudara Sendiri. Langkah ini dilakukan dengan memeriksa secara mandiri apakah ada benjolan dan tanda tanda lain pada payudara. Sekecil apapun benjolan yang ditemukan, sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter karena menunda berarti memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan sembuh. Sementara SADANIS merupakan Pemeriksaan Payudara Klinis yang dapat dilakukan secara berkala di rumah sakit. Biasanya dokter akan melakukan USG payudara maupun mammografi.


LihatTutupKomentar
close
mayora