- Demi mewujudkan Indonesia Emas 2045, BKKBN dan Komisi IX DPR RI melakukan sosialisasi terkait pembangunan keluarga berencana.
Surabaya, Suarajatim.com - Dalam rangka menciptakan keluarga berkualitas, yang menjadi pondasi SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar sosialisasi bertajuk Bangga Kencana.

Bangga Kencana merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Di mana ratusan orang diberikan edukasi seputar stunting, pernikahan usia dini, kesehatan reproduksi remaja, hingga program KB.
“Investasi Terbaik untuk Indonesia Emas 2045 adalah bahwa mencegah stunting hari ini adalah investasi paling efektif untuk memastikan Indonesia memiliki generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif pada tahun 2045," kata Lucy Kurniasari, anggota Komis IX DPR RI.

Acara yang digelar di Jl. Kandangan Jaya 4 No.1, Kel. Kandangan, Kec. Benowo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu pagi (23/8/2025) tersebut juga dihadiri oleh Desy Mega Aditi selaki PJ Analisis Dampak Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan dr. Atiek Tri Arini selaku Kepala Bidang Dalduk KB KS DP3APPKB Kota Surabaya.
Desy Mega Aditi mengatakan bahwa pada pelaksanaannya, Program Bangga Kencana mengusung mekanisme "Quick Win", di mana Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi garda terdepan BKKBN di masyarakat.
“Kolaborasi Lintas Sektor poin ini menekankan bahwa BKKBN dan TPK tidak bisa bekerja sendiri. Quick Win hanya bisa tercapai melalui kerja sama yang erat Peran Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting (BAAS), juga partisipasi dari berbagai pihak, baik swasta, komunitas, dan individu dalam menjadi orang tua asuh bagi anak stunting, serta membantu menyediakan dukungan gizi atau fasilitas lainnya,” jelas Desi.
Atiek Tri Arini menambahkan bahwa saat ini Kota Surabaya mempunyai Program Gerakan Ayah Teladan Surabaya (GATRA) yang aktif mensosialisasikan pentingnya peran ayah dalam keluarga.
"Kami bergerak sampai dengan balai RW. Dengan zoom Setiap malam jum’at bapak-bapak ngumpul bareng menerima materi parenting ayah. Oleh karena itu kami membangkitkan supaya ayah-ayah hadir, supaya anaknya menjadi unggul, keluarganya menjadi kuat dan Surabaya menjadi hebat," tutupnya.