SUARAJATIM - Pelayanan publik di sektor transportasi tidak lagi cukup diukur dari kecepatan loket atau panjang antrean. Di baliknya, ada satu indikator krusial yang menentukan apakah sistem berjalan rapi atau justru bocor di banyak sisi: kepatuhan administrasi kendaraan bermotor. Dari titik inilah Jasa Raharja memotret ulang peta layanan publik nasional, dengan menempatkan kepatuhan sebagai fondasi utama.
![]() |
| Jasa Raharja menyerahkan apresiasi kepada jajaran Polri dan mitra lintas sektor pada Puncak HUT ke-65 di Jakarta. |
Dalam konteks perlindungan dasar, peran Jasa Raharja tidak berdiri sendiri. Penanganan korban kecelakaan lalu lintas membutuhkan koordinasi lapangan yang solid. Kehadiran petugas, kecepatan respons, hingga validitas data kendaraan menjadi mata rantai yang saling terkait. Itulah sebabnya sinergi dengan Korlantas Polri diposisikan sebagai elemen penting dalam menjaga standar pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai Tim Pembina Samsat, Jasa Raharja juga terlibat langsung dalam penguatan tertib administrasi kendaraan bermotor. Integrasi data kendaraan, harmonisasi pengelolaan pajak daerah, hingga penguatan kebijakan menjadi penopang agar masyarakat tidak hanya patuh, tetapi juga merasakan langsung dampaknya dalam bentuk layanan publik yang lebih rapi dan akuntabel.
Momentum Puncak Peringatan HUT ke-65 Jasa Raharja menjadi refleksi atas kerja lintas sektor tersebut. Apresiasi diberikan kepada para mitra yang dinilai berkontribusi menjaga tata kelola transportasi nasional tetap tertib dan aman. Penghargaan ini bukan seremoni, melainkan penanda bahwa kualitas layanan publik lahir dari kerja kolektif yang konsisten.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyebut sinergi sebagai fondasi utama dalam menjalankan mandat negara.
“Kolaborasi dengan regulator, POLRI, serta mitra strategis lainnya menjadi fondasi penting bagi Jasa Raharja dalam menjalankan mandat negara. Sinergi ini memastikan keselamatan berlalu lintas, kepatuhan wajib pajak, dan sistem perlindungan korban kecelakaan berjalan selaras sehingga negara hadir melalui pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkeadilan.”
Ia menekankan bahwa tertib administrasi dan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor menjadi satu kesatuan dengan pelayanan korban kecelakaan. Ketika sistem berjalan selaras, negara dapat hadir secara nyata melalui layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada kategori Mitra Strategis POLRI, apresiasi diberikan kepada Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho atas kontribusi dalam keselamatan berlalu lintas dan pelayanan korban kecelakaan. Penghargaan juga diterima Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Aan Suhanan atas kinerja dalam pengembangan regulasi transportasi darat yang berorientasi pada pelayanan publik.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menilai sinergi lapangan menjadi penentu utama kualitas penanganan kecelakaan.
“Keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab kolektif. Sinergi dengan Jasa Raharja, termasuk peran aktif petugas Jasa Raharja di lapangan, sangat penting untuk memastikan korban kecelakaan memperoleh penanganan yang cepat, profesional, dan manusiawi.”
Apresiasi juga diberikan kepada jajaran Korlantas Polri dan Kementerian Dalam Negeri yang berperan dalam penegakan hukum, validitas registrasi kendaraan, serta penguatan kepatuhan wajib pajak. Seluruhnya mengarah pada satu benang merah: layanan transportasi publik yang tertib lahir dari sistem administrasi yang patuh dan terintegrasi.

