SUARAJATIM - Hunian bukan lagi soal tempat pulang. Di Surabaya, ia sudah menjelma jadi instrumen investasi yang diperebutkan. Fakta itu terlihat jelas saat Park Sunrise mencatat penjualan 400 unit hanya dalam waktu lima jam pada momen grand launching 2024. Angka tersebut bukan kebetulan, melainkan cermin dari pasar yang lapar hunian siap pakai dengan konsep matang.
![]() |
| Kawasan rukos Parkstay Park Sunrise Surabaya dengan fasilitas coliving |
Project Director Parkstay, Johan Prajitno, menyebut antusiasme pasar muncul karena produk yang ditawarkan menjawab kebutuhan riil masyarakat perkotaan.
“Hunian Park Sunrise menjadi pilihan terbaik dan menguntungkan bagi masyarakat Kota Surabaya. Sehingga, hanya dalam hitungan jam 400 unit terjual habis.”
Menurut Johan, sejak awal Park Sunrise dirancang sebagai kawasan yang siap huni, bukan janji di atas kertas. Kolam renang sudah tersedia, lengkap dengan sensory park di sisinya. Lingkungan tersebut sengaja dibangun untuk memberi rasa aman sekaligus kenyamanan jangka panjang bagi penghuni.
“Konsep perumahan Park Sunrise sendiri memiliki fasilitas kolam renang yang sudah jadi dan taman sensory park di samping kolam untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Sehingga, membuat para penghuni merasa nyaman dan aman,” ujar Johan saat Gathering Talkshow bertema Bukan Katanya tapi Ini Datanya di Surabaya, Minggu (25/01/26).
Berangkat dari capaian itu, Parkstay dihadirkan sebagai jawaban atas permintaan hunian coliving yang terus meningkat. Parkstay mengusung konsep rukos tiga lantai dengan 11 kamar dalam satu unit, dipadukan dengan area fasilitas bersama seluas 3.000 meter persegi yang berada tepat di depan setiap bangunan.
Model ini membuat pemilik tidak perlu berjibaku dengan persaingan kos konvensional yang kini makin agresif dalam urusan fasilitas.
“Investor di sana tidak perlu pusing bersaing dengan kos lain yang semakin modern dan lengkap fasilitasnya. Karena, kami sudah melengkapi dengan beragam fasilitas menarik,” terang Johan.
Total akan dibangun 30 unit rukos. Dengan desain dan fasilitas yang disiapkan, pemilik bisa menawarkan tarif sewa di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per bulan per kamar. Angka yang realistis untuk pasar Surabaya, terutama di tengah kondisi supply kos baru yang kian terbatas.
![]() |
| Johan Prajitno, Project Director Parkstay, saat jumpa pers di Surabaya. |
“Saat ini bisnis properti memang sedang kurang baik, namun bisnis kosan masih menjadi bisnis yang menjanjikan,” ujarnya.
Ia menyebut Parkstay hadir sebagai format baru yang lebih relevan dengan kebutuhan investor pemula hingga berpengalaman.
“Untuk itu, Park Sunrise menawarkan konsep baru yaitu Rukos Parkstay yang bisa menjadi solusi baru dalam berbisnis properti yang lebih menguntungkan,” tandas Henry.
Daya tarik Parkstay juga terletak pada kelengkapan fasilitas bersama. Kawasan ini dilengkapi lapangan basket 3 on 3, calisthenic park, water promenade, creative space untuk area makan dan belajar berkapasitas 100 orang, lapangan badminton, hingga serenity corner park untuk bersantai pagi atau sore.
Seluruh fasilitas tersebut dibangun di atas lahan 3.000 meter persegi yang ke depan akan terhubung dengan jalur OERR. Kondisi ini membuka peluang imbal hasil tahunan hingga 10 persen, sekaligus potensi kenaikan nilai aset seiring perkembangan infrastruktur kawasan.
Parkstay juga menaruh perhatian besar pada urusan parkir, aspek krusial dalam bisnis kos modern. Area parkir disiapkan untuk 100 mobil dan 200 motor, setara rasio satu kamar satu kendaraan.
“Kami menyadari area usaha tanpa parkir memadai pasti akan susah laku. Di sini benar-benar disediakan parkir dengan rasio 1:1,” jelas Henry.
Kemudahan lain diberikan untuk pembeli pemula. Harga awal disebut lebih terjangkau dibandingkan rukos secondary yang sudah beredar di pasar.
“Sebagai developer, kami akan memberikan kemudahan bagi pengusaha kos pemula. Biaya awal membeli rukos di sini jauh lebih murah dibandingkan membeli rukos secondary,” ungkapnya.
Dalam acara yang sama, Customer Experience Mamikos, Emmya Garcia Tarigan, hadir sebagai pembicara tamu. Ia memaparkan gambaran pasar kos 2026, termasuk sejumlah area di Surabaya yang mulai mengalami krisis supply kos baru. Kondisi ini memperkuat posisi Parkstay sebagai produk yang hadir di momentum tepat, saat permintaan masih tumbuh sementara pasokan kian terbatas.


