Anggota DPR Lucy Kurniasari Kenalkan Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Sasar Siswa hingga Ibu Hamil

SUARAJATIM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Sosialisasi digelar di Gedung Yuzar House Club, Desa Kalidawir, Kecamatan Tangulangin, Jumat (13/3). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari, Anggota DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Kalidawir, Tangulangin, Sidoarjo.
“Program MBG memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan melalui pemenuhan gizi yang baik. Walaupun sempat muncul kekhawatiran akibat pemberitaan di media sosial, program ini tetap dinilai positif karena pengelolaannya melibatkan tenaga ahli serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan,” ujar Lucy Kurniasari.

Acara tersebut menjadi ruang penjelasan mengenai program pemerintah yang fokus pada pemenuhan gizi masyarakat. MBG dirancang untuk membantu memperbaiki kualitas asupan makanan bagi kelompok usia penting, terutama anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.

Lucy Kurniasari menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan itu, termasuk Badan Gizi Nasional dan tokoh masyarakat setempat. Ia menilai keterlibatan banyak pihak akan membantu pelaksanaan program berjalan lebih baik di lapangan.

Menurut Lucy, program ini membawa dampak luas bagi masyarakat. Selain memperbaiki kualitas gizi, program tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi daerah karena melibatkan penyedia bahan pangan dari wilayah setempat.
Lucy Kurniasari saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo
“Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga mendukung pemberdayaan sektor lokal dan bahkan terbukti berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di Surabaya,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis menyasar berbagai kelompok masyarakat. Penerima program meliputi siswa TK hingga SMA, para santri, serta anak berkebutuhan khusus. Kelompok lain yang juga menjadi sasaran ialah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

DPR RI melalui Komisi IX juga menjalankan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut. Keterlibatan lembaga legislatif dilakukan melalui persetujuan anggaran negara, pemberian rekomendasi pelaksanaan program, serta evaluasi agar program berjalan sesuai sasaran.

Lucy berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat membuat masyarakat memahami tujuan program MBG sekaligus ikut mengawal pelaksanaannya di daerah.

“Program ini merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Dengan pemenuhan gizi yang baik, kita dapat memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” tutupnya.
LihatTutupKomentar