Aki Soak Jadi Biaya Tak Terduga, Astra Peugeot Ingatkan Pentingnya Perawatan Rutin

SUARAJATIM - Biaya perawatan kendaraan tidak selalu berasal dari komponen berharga mahal. Aki yang mengalami penurunan performa lebih cepat dari usia pakainya justru sering menjadi sumber pengeluaran tak terduga bagi pemilik mobil. Kondisi tersebut mendorong Astra Peugeot mengingatkan pentingnya perawatan rutin agar komponen kelistrikan kendaraan tetap bekerja optimal.
Pemeriksaan aki secara berkala membantu pemilik kendaraan menghindari biaya penggantian komponen lebih cepat dari usia pakainya.
“Aki mobil merupakan sumber utama tenaga listrik yang memungkinkan mesin dapat dihidupkan serta seluruh fitur elektronik bekerja normal. Karena itu, perawatan aki bukan sekadar rutinitas tambahan, tetapi bagian penting untuk menjaga performa dan mencegah gangguan kelistrikan pada kendaraan,” ujar Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya.

Pada kendaraan modern, aki memegang peranan penting dalam mendukung berbagai sistem elektronik. Fungsi aki tidak lagi terbatas untuk menyalakan mesin, tetapi juga menopang kerja ECU (Engine Control Unit), sistem pengapian, hingga berbagai fitur kenyamanan yang kini menjadi standar pada banyak mobil.

Secara umum, usia pakai aki berada pada rentang dua hingga tiga tahun. Namun, faktor penggunaan kendaraan dan pola perawatan sangat menentukan daya tahan komponen tersebut. Astra Peugeot mencatat banyak kasus aki mengalami penurunan performa lebih cepat bukan karena usia, melainkan akibat minimnya perhatian terhadap kondisi kelistrikan kendaraan.

Dari sisi ekonomi, kerusakan aki yang terjadi lebih dini dapat memicu pengeluaran tambahan. Selain biaya penggantian komponen, pemilik kendaraan berpotensi menghadapi gangguan mobilitas akibat kendaraan sulit dihidupkan saat dibutuhkan.

Karena itu, pemeriksaan kondisi aki menjadi langkah penting untuk menghindari biaya yang sebenarnya bisa dicegah. Dalam kondisi mesin mati, aki yang sehat umumnya memiliki tegangan antara 12,6 Volt hingga 12,8 Volt. Ketika angka mulai turun ke kisaran 12,4 Volt, kemampuan penyimpanan daya mulai berkurang. Jika berada di bawah 12 Volt, risiko aki soak semakin besar dan perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

“Secara teknis, tegangan rendah menandakan kemampuan penyimpanan daya pada aki mulai menurun. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh usia pakai, sulfasi pada pelat aki, atau sistem pengisian yang kurang optimal,” tambah Mohan.

Selain kondisi teknis, pola penggunaan kendaraan juga memengaruhi efisiensi biaya kepemilikan mobil. Kendaraan yang terlalu lama tidak digunakan justru lebih rentan mengalami penurunan daya aki. Astra Peugeot menyarankan mobil digunakan minimal 20 hingga 30 menit dalam satu perjalanan agar proses pengisian daya dari alternator berlangsung optimal.

Bagi kendaraan yang lebih sering terparkir, menyalakan mesin dua hingga tiga kali dalam seminggu dapat membantu menjaga kestabilan daya listrik. Langkah sederhana tersebut dapat membantu memperpanjang usia pakai aki sekaligus mengurangi risiko penggantian lebih cepat.

Perawatan terminal aki juga menjadi bagian penting. Korosi dan kotoran yang menumpuk dapat menghambat aliran listrik sehingga memengaruhi kinerja sistem starter. Selain itu, pengikat aki harus selalu dalam kondisi baik agar komponen tidak mengalami guncangan berlebih yang berpotensi mempercepat kerusakan.

Astra Peugeot juga mengingatkan pentingnya memastikan sistem pengisian daya bekerja normal. Alternator yang bermasalah dapat menyebabkan aki terus kehilangan suplai listrik sehingga performanya menurun dalam waktu singkat. Gejalanya bisa berupa lampu indikator aki menyala, starter terasa berat, hingga aki baru yang cepat kehilangan daya.

Melalui pemeriksaan berkala di bengkel resmi, pemilik kendaraan dapat mendeteksi potensi masalah sejak dini. Langkah preventif ini dinilai lebih efisien dibandingkan menanggung biaya penggantian komponen dan gangguan operasional kendaraan akibat kerusakan yang terlambat diketahui.
LihatTutupKomentar