PLN Masuk Kampus, Mahasiswa PNM Diajak Mengupas Sistem Pengaman Gardu Induk Tegangan Tinggi

SUARAJATIM - Puluhan mahasiswa Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Madiun (PNM) mendapat kesempatan mendalami salah satu aspek paling vital dalam sistem kelistrikan nasional. PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun menggelar kuliah tamu bertema “Proteksi Peralatan Gardu Induk Tegangan Tinggi” di lingkungan kampus PNM, Rabu (3/6).
Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun mengikuti kuliah tamu PLN tentang proteksi gardu induk tegangan tinggi
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme luar biasa dari adik-adik mahasiswa Politeknik Negeri Madiun. Pertanyaan-pertanyaan mereka menunjukkan bahwa mereka kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Bagi kami, berbagi pengetahuan ini adalah bentuk pengamalan nilai Pancasila, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kolaborasi," ujar Muh Saifussalam di sela kegiatan.

Kuliah tamu tersebut menjadi ruang belajar langsung dari para praktisi yang sehari-hari menangani sistem transmisi tenaga listrik. Mahasiswa semester 4 mendapatkan pembekalan mengenai peran sistem proteksi dalam menjaga keamanan peralatan Gardu Induk Tegangan Tinggi sekaligus memastikan pasokan listrik tetap tersalurkan dengan andal kepada masyarakat.

PLN menghadirkan dua narasumber dari UPT Madiun, yakni Muh Saifussalam selaku Team Leader Asesmen, Diagnosa, dan Pengelolaan Data serta Gesit Dwiyanto yang menjabat sebagai Officer Kinerja. Keduanya memaparkan berbagai materi mulai dari perangkat proteksi, mekanisme penanganan gangguan, hingga perkembangan teknologi proteksi digital yang kini menjadi bagian penting dalam sistem ketenagalistrikan modern.

Materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori. Para peserta juga diajak memahami studi kasus dan pengalaman lapangan yang menggambarkan kondisi nyata di sektor transmisi tenaga listrik. Pendekatan ini membuat mahasiswa memperoleh gambaran lebih jelas mengenai tantangan yang akan dihadapi ketika memasuki dunia kerja.

Suasana aula kampus pun berlangsung hidup. Saat sesi diskusi dibuka, mahasiswa aktif melontarkan pertanyaan terkait penanganan gangguan sistem, penerapan teknologi digital, hingga tantangan yang dihadapi petugas PLN dalam menjaga keandalan jaringan listrik.

Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran Tim Srikandi PLN. Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan motivasi mengenai kiprah perempuan di industri ketenagalistrikan. Tim Srikandi PLN juga berbagi pengalaman tentang implementasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan kerja sehari-hari.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menilai sinergi antara perusahaan dan perguruan tinggi memiliki arti penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan sektor energi.

“PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung pengembangan kompetensi generasi muda. Melalui kegiatan kuliah tamu seperti ini, kami ingin membuka ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis kepada mahasiswa agar mereka memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dunia ketenagalistrikan. Kami berharap kolaborasi antara PLN dan institusi pendidikan dapat terus diperkuat untuk mencetak talenta-talenta unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan sektor energi nasional,” ujar Ika Sudarmaja.

Melalui kegiatan ini, PLN UIT JBM ingin mempererat hubungan dengan dunia pendidikan sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kuliah tamu tersebut menjadi bekal berharga bagi calon engineer muda untuk memahami teknologi proteksi gardu induk yang menjadi salah satu garda utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Indonesia.
LihatTutupKomentar