SUARAJATIM - Suara lesung kayu yang bertalu sejak pagi menjadi penanda kehidupan yang masih terjaga di Desa Kemiren, Banyuwangi. Di desa yang menjadi rumah bagi masyarakat Osing, tradisi turun-temurun tetap hidup di tengah geliat pariwisata. Warisan budaya yang dirawat warga kini ikut menggerakkan perekonomian desa melalui pengembangan Desa Sejahtera Astra sejak 2024.
"Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.
Kemiren dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Osing yang masih mempertahankan beragam tradisi. Upacara adat Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu masih rutin digelar. Tari Gandrung, kuliner khas, musik tradisional, hingga rumah berarsitektur Osing juga terus dipertahankan sebagai identitas desa sekaligus daya tarik wisata. Kondisi tersebut membuat wisatawan dapat merasakan suasana budaya yang masih hidup dalam keseharian masyarakat.
Program Desa Sejahtera Astra memperkuat potensi tersebut melalui empat bidang, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Pendampingan dilakukan bersama masyarakat agar pelestarian budaya berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup warga desa. Hingga kini, sekitar 300 warga telah merasakan dampak program tersebut dan semakin aktif menjadi pelaku utama dalam pengembangan desa wisata.
Perkembangan sektor wisata juga terlihat dari bertambahnya fasilitas yang dikelola masyarakat. Desa Kemiren kini memiliki 50 homestay dengan total 92 kamar. Sebanyak 40 pelaku usaha lokal bergerak di bidang kuliner, kopi, dan kerajinan. Ada pula 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terlibat dalam pengelolaan destinasi sekaligus menjaga kelestarian budaya Osing. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis ikut meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Di bidang kesehatan, berbagai kegiatan dilakukan melalui penguatan layanan Posyandu, penyediaan sarana kesehatan dasar, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat. Sementara pada sektor pendidikan, Astra membantu memperkuat PAUD dengan penyediaan sarana belajar, alat permainan edukatif, serta mengenalkan budaya Osing kepada anak-anak sejak usia dini.
Pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian seiring meningkatnya kunjungan wisata. Warga mendapat pendampingan dalam pengelolaan sampah organik dan nonorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, hingga penyediaan fasilitas pengolahan sampah dan kompos.
Sektor usaha masyarakat turut diperkuat melalui peningkatan kapasitas UMKM, pengembangan homestay, penguatan sarana wisata, serta promosi Desa Wisata Adat Osing Kemiren. Langkah tersebut membuat aktivitas ekonomi desa semakin berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan yang ingin mengenal budaya Osing lebih dekat.
Konsistensi masyarakat menjaga budaya juga mendapat pengakuan luas. Sejak 2019, Desa Kemiren meraih sejumlah penghargaan seperti Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, hingga terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Program 2025. Penghargaan tersebut semakin menguatkan posisi Kemiren sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat.
Pembinaan Astra di Banyuwangi juga menjangkau sektor pertanian melalui kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo. Pendampingan meliputi penguatan organisasi kelompok, budidaya organik, peningkatan kualitas pascapanen, akses pemasaran, hingga pembiayaan. Hasilnya, produksi buah naga meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Omzet kelompok tani pun melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar. Produk buah naga segar maupun olahan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah hingga diekspor ke Singapura dan Hong Kong.
![]() |
| Masyarakat Desa Sejahtera Astra Kemiren menjaga budaya Osing sambil mengembangkan desa wisata yang menggerakkan perekonomian warga. |
Kemiren dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Osing yang masih mempertahankan beragam tradisi. Upacara adat Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu masih rutin digelar. Tari Gandrung, kuliner khas, musik tradisional, hingga rumah berarsitektur Osing juga terus dipertahankan sebagai identitas desa sekaligus daya tarik wisata. Kondisi tersebut membuat wisatawan dapat merasakan suasana budaya yang masih hidup dalam keseharian masyarakat.
Program Desa Sejahtera Astra memperkuat potensi tersebut melalui empat bidang, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Pendampingan dilakukan bersama masyarakat agar pelestarian budaya berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup warga desa. Hingga kini, sekitar 300 warga telah merasakan dampak program tersebut dan semakin aktif menjadi pelaku utama dalam pengembangan desa wisata.
Perkembangan sektor wisata juga terlihat dari bertambahnya fasilitas yang dikelola masyarakat. Desa Kemiren kini memiliki 50 homestay dengan total 92 kamar. Sebanyak 40 pelaku usaha lokal bergerak di bidang kuliner, kopi, dan kerajinan. Ada pula 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terlibat dalam pengelolaan destinasi sekaligus menjaga kelestarian budaya Osing. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis ikut meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
![]() |
| Pertunjukan budaya Osing di Desa Sejahtera Astra Kemiren Banyuwangi. |
Pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian seiring meningkatnya kunjungan wisata. Warga mendapat pendampingan dalam pengelolaan sampah organik dan nonorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, hingga penyediaan fasilitas pengolahan sampah dan kompos.
Sektor usaha masyarakat turut diperkuat melalui peningkatan kapasitas UMKM, pengembangan homestay, penguatan sarana wisata, serta promosi Desa Wisata Adat Osing Kemiren. Langkah tersebut membuat aktivitas ekonomi desa semakin berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan yang ingin mengenal budaya Osing lebih dekat.
Konsistensi masyarakat menjaga budaya juga mendapat pengakuan luas. Sejak 2019, Desa Kemiren meraih sejumlah penghargaan seperti Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, hingga terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Program 2025. Penghargaan tersebut semakin menguatkan posisi Kemiren sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat.
Pembinaan Astra di Banyuwangi juga menjangkau sektor pertanian melalui kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo. Pendampingan meliputi penguatan organisasi kelompok, budidaya organik, peningkatan kualitas pascapanen, akses pemasaran, hingga pembiayaan. Hasilnya, produksi buah naga meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Omzet kelompok tani pun melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar. Produk buah naga segar maupun olahan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah hingga diekspor ke Singapura dan Hong Kong.


