Electrifying Agriculture, Petani Tuban Dapat Traktor Listrik dari PLN UIT JBM, Produktivitas Diharapkan Melonjak

PLN Bawa Traktor Listrik hingga Mesin Perontok Jagung ke Tuban, Petani Berharap Panen Makin Cepat
SUARAJATIM - Pemanfaatan listrik kini semakin merambah sektor pertanian. Langkah itu terlihat melalui program Terang Tani (Teknologi Rangkaian Energi Bagi Petani) yang dijalankan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kelompok tani menerima berbagai peralatan berbasis listrik untuk membantu aktivitas budidaya hingga pascapanen.
PLN UIT JBM menyerahkan bantuan traktor listrik, mesin perontok jagung listrik, serta peralatan pertanian kepada Kelompok Tani Ngroto Makmur Bektiharjo, Tuban, melalui program Terang Tani.
"Electrifying Agriculture merupakan sebuah program yang ditujukan untuk mendorong penggunaan energi listrik pada sektor pertanian. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan keberlanjutan di sektor tersebut. Tentunya hal tersebut sejalan dengan Rencana Jangka Panjang BAPPENAS Republik Indonesia pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kategori 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi," ujar General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja.

Penyerahan bantuan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen PLN UIT JBM, Kepala Dinas DKP2P Kabupaten Tuban, Muspika Kecamatan Semanding, serta anggota Kelompok Tani Ngroto Makmur Bektiharjo.

Program Terang Tani menjadi bagian dari Electrifying Agriculture yang menyasar berbagai bidang usaha pertanian. Program ini mencakup petani sawah, petani kebun, hingga peternak darat melalui pemanfaatan teknologi berbasis energi listrik.

Bantuan yang diterima kelompok tani cukup beragam. PLN menyerahkan traktor listrik, mesin perontok jagung listrik, alat penyemprot hama listrik, pemotong rumput listrik, pupuk, bibit, serta membangun fasilitas penunjang berupa toilet, saung, dan gudang. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di lapangan sekaligus membuat proses budidaya menjadi lebih efektif.
PLN UIT JBM menyerahkan bantuan traktor listrik dan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani Ngroto Makmur Bektiharjo Tuban.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, mengatakan penentuan program prioritas TJSL diselaraskan dengan tujuan korporasi, program nasional, potensi masyarakat, serta pemetaan kebutuhan para pemangku kepentingan. Salah satu fokus yang dipilih adalah pengembangan Electrifying Agriculture.

Antusiasme juga datang dari para petani yang menerima bantuan. Ketua Kelompok Tani Ngroto Makmur Bektiharjo, L. Heru Imam Furi, berharap peralatan tersebut mampu meningkatkan hasil usaha tani sekaligus mempercepat pekerjaan di lapangan.

"Dengan bantuan TJSL UIT JBM ini, harapan kami produktivitas anggota meningkat, waktu pengerjaan menjadi lebih efisien sehingga dapat mempercepat panen dan mendukung peningkatan taraf kehidupan dan perekonomian para petani di wilayah Bektiharjo," kata Heru Imam Furi.

Melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik, pekerjaan yang sebelumnya mengandalkan tenaga konvensional kini dapat dilakukan lebih cepat. Kondisi tersebut diharapkan memberi dampak positif terhadap produktivitas kelompok tani sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Bektiharjo.

Program TJSL yang dijalankan PLN UIT JBM juga menjadi bagian dari kegiatan sosial perusahaan yang diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi pada sektor produktif. Kehadiran bantuan peralatan dan fasilitas pendukung diharapkan mampu membantu kelompok tani mengembangkan usaha pertanian secara lebih modern serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
LihatTutupKomentar