Pendapatan Ojol Menurun, 200 Pengemudi Surabaya Dapat BBM Gratis Jelang HUT RI

SUARAJATIM – Pendapatan pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya yang disebut menurun dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian dari Komunitas Sahabat Surga dan Komunitas Tolong Menolong. Sebanyak 200 pengemudi ojol menerima BBM gratis masing-masing 2 liter menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.

 200 pengemudi ojol Surabaya menerima BBM gratis jelang HUT ke-81 RI
“Ini sebagai bentuk penghargaan bagi para mitra pengemudi ojek online yang kami sebutkan di atas. Kami menganggap, mereka adalah pahlawan keluarga. Selain itu, kami ingin memberikan kado buat kemerdekaan bangsa ini melalui program bagi-bagi BBM buat ojol,” ujar Founder sekaligus Ketua Komunitas Sahabat Surga, Nur Ufia Prihandini, di SPBU Pertamina 51.601.77 kawasan Diponegoro, Surabaya, Minggu (16/8/2026).

Program bakti sosial bertema “Agustus Merdeka” tersebut menyasar pengemudi ojol Generasi X, pengemudi penyandang disabilitas, serta pengemudi perempuan dari berbagai platform aplikasi.

Nur Ufia mengatakan, kuota awal program tersebut hanya disiapkan untuk 81 pengemudi, menyesuaikan momentum HUT ke-81 RI. Namun, tingginya antusiasme membuat jumlah penerima diperbesar hingga akhirnya mencapai 200 pengemudi.

“Alhamdulillah, dananya terpenuhi untuk membeli 2 liter Pertalite buat 200 ojol yang lolos verifikasi sesuai dengan kriteria yang telah kami sebutkan di atas,” katanya.

Bagi pengemudi, tambahan 2 liter BBM menjadi bantuan yang cukup berarti karena biaya operasional menjadi salah satu pengeluaran rutin saat bekerja.

Erni Dwi (45), salah satu pengemudi ojol perempuan yang menerima bantuan, mengaku sudah dua kali mencoba mengikuti program serupa sebelumnya tetapi belum mendapatkan kuota.

“Saya sudah coba ikut mendaftar dua kali di program sebelumnya, namun tidak kebagian kuotanya. Kali ini, saya masuk dalam kuota. Alhamdulillah banget. Karena bisa mengurangi beban pengeluaran saya yang bekerja sebagai ojol tiap harinya,” ujar Erni.

Erni mengatakan pendapatannya belakangan ikut tertekan. Ia biasa mulai menyalakan aplikasi sejak pagi hingga malam, tetapi penghasilan harian yang diperoleh tidak selalu besar.

“Sehari, saya onbid (menyalakan aplikasi) mulai pukul 8 pagi hingga 12 malam. Dan hanya dapat paling banyak 100 ribu. Itu belum dipotong untuk pengeluaran BBM dan makan di jalan,” ungkap ibu single parent dengan dua anak tersebut.

Penerima lainnya, Abdul Azis (35), merupakan pengemudi ojol penyandang disabilitas tunarungu. Ia telah menjadi pengemudi ojol sejak 2024 dan kembali memperoleh bantuan untuk kedua kalinya.

“Bahkan tak hanya dapat BBM gratis 2 liter, namun saya juga dapat sembako. Terima kasih,” kata Azis menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan melalui percakapan WhatsApp.

Azis biasanya mulai bekerja setelah menyelesaikan tugas mengantar dan menjemput kedua anaknya. Karena istrinya juga bekerja, keduanya berbagi waktu dalam mencari penghasilan untuk keluarga.

“Jadi, saya mulai ngojol saat sore hingga malam, bagi tugas dengan istri saya. Alhamdulillah, dapat berapapun, saya syukuri,” katanya.

Founder sekaligus Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong, mengatakan kondisi penghasilan pengemudi ojol menjadi salah satu alasan program tersebut kembali digelar.

“Karena saya tahu persis, apa yang menjadi keluh kesah teman-teman Ojol saat ini. Ditambah lagi pendapatan mereka banyak yang menurun sejak bulan Juli lalu hingga pertengahan bulan ini. Harapan kami, semoga apa yang diberikan ini, paling tidak bisa sedikit meringankan beban teman-teman Ojol,” ujar Daniel.

Program tersebut menjadi kegiatan sosial ketiga yang digelar melalui sinergi Komunitas Sahabat Surga dan Komunitas Tolong Menolong.

Daniel menyebut kegiatan serupa direncanakan kembali hadir pada momentum Hari Pahlawan 10 November dan Hari Ibu 22 Desember.

“Semoga akan banyak lagi para donatur yang mau bergabung dalam program sosial kami ini,” harap Daniel.

LihatTutupKomentar