SUARAJATIM – Pernikahan dr. Fabiyanus dan Melati Tedja di Shangri-La Surabaya menghadirkan perpaduan kemewahan, seni, dan romantisme. Dekorasi bergaya old-money glamour, dua gaun pengantin dengan karakter berbeda, hingga instalasi hanging wedding cake menjadi bagian dari perayaan tersebut.
Suasana semakin istimewa ketika Niki Becker tampil sebagai surprise performer. Ia menyanyi secara langsung untuk mengiringi pasangan pengantin dalam prosesi pemotongan kue pernikahan yang dirancang berbeda dari biasanya.
Kue pernikahan bernuansa bronze-gold dengan tampilan transparan itu turun perlahan dari langit-langit ballroom. Instalasi karya Femy’s Cake tersebut menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian acara malam.
Di balik kemegahan perayaan, setiap elemen dirancang saling terhubung, mulai dari inspirasi bunga melati, dekorasi ballroom, rancangan busana pengantin, hingga tata cahaya yang memperkuat suasana romantis.
Bunga Melati Menginspirasi Dekorasi Old-Money Glamour
Nama Melati menjadi titik awal konsep dekorasi pernikahan ini. Bunga yang identik dengan kemurnian dan cinta tersebut menginspirasi Steve Pesik dari Steve Decor dalam merancang tampilan ballroom.
Bunga melati diolah menjadi elemen seni kontemporer yang berpadu dengan nuansa bronze hangat, permainan cahaya, dan chandelier megah. Kombinasi tersebut menghadirkan suasana old-money glamour dengan karakter elegan sekaligus dramatis.
Konsep dekorasi menempatkan permainan warna, pencahayaan, dan detail artistik sebagai bagian dari pengalaman visual sepanjang perayaan.
Dua Gaun Pengantin Melati Tedja, dari French Lace hingga Satin Glamour
Penampilan Melati Tedja menghadirkan dua karakter busana berbeda untuk acara pagi dan malam. Kedua gaun tersebut dirancang Amelia Kartikasari dari Tinara Brides dengan mempertimbangkan suasana acara dan kenyamanan pemakainya.
Pada pagi hari, Melati mengenakan gaun bersiluet mermaid berbahan French lace. Detail kancing mutiara, detachable train berdraperi satin, serta veil dengan tepian lace menghadirkan kesan romantis dan klasik.
Rancangan tersebut disesuaikan dengan prosesi pemberkatan di gereja. Siluet dan materialnya dipilih agar tetap elegan serta relevan ketika dikenang bertahun-tahun mendatang.
Untuk acara malam, Melati berganti mengenakan gaun satin bersiluet H-line dengan detail tambour beading. Ekor gaun yang dapat dilepas-pasang menambah dimensi pada tampilan, sementara pantulan cahaya pada material satin menghadirkan kesan glamor modern.
Perbedaan kedua rancangan tersebut memberikan karakter tersendiri pada setiap momen, dari suasana sakral pada pagi hari hingga perayaan malam yang lebih meriah.
Melati memiliki latar belakang di dunia kecantikan dan modeling. Ia merupakan Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 serta Miss Charm 2024.
Hanging Wedding Cake Transparan Turun dari Langit-langit Ballroom
Salah satu atraksi utama berlangsung ketika perayaan memasuki puncak acara malam. dr. Fabiyanus menyiapkan kejutan bagi Melati dengan menghadirkan Niki Becker sebagai penyanyi tamu.
Penampilan tersebut mengiringi prosesi pemotongan hanging wedding cake karya Femy’s Cake. Berbeda dari kue pernikahan yang ditempatkan di atas meja, instalasi ini turun perlahan dari langit-langit ballroom.
Stephen Tan dari Project Art Plus menjelaskan, konsep tersebut dibuat agar prosesi pemotongan kue terasa lebih teatrikal.
“Terus nanti cuma digores pakai pedang gitu aja. Sekarang kita make it different, jadi untuk show-nya nanti cake-nya dari atas terus turun ke bawah,” katanya.
Menurut Stephen, instalasi itu menggunakan material transparan menyerupai gelatin sehingga tampilannya berbeda dari dekorasi kue berbahan busa yang lazim digunakan.
“Jadi kita tembus pandang gitu ya kayak cake-nya. Jadi seperti kayak gelatin gitu loh dan ini baru pertama di Surabaya,” tambahnya.
Tata cahaya menjadi elemen penting dalam pertunjukan tersebut. Sorotan lampu yang mengenai permukaan transparan menghasilkan tampilan visual yang seolah-olah bercahaya.
Perpaduan instalasi kue, musik, dan pencahayaan menciptakan suasana romantis sekaligus teatrikal. Konsep ini diwujudkan melalui kolaborasi Steve Decor, Project Art Plus, dan Lasika.
Persiapan Pernikahan Relatif Singkat
Di balik rangkaian acara yang penuh detail, persiapan pernikahan dr. Fabiyanus dan Melati berlangsung dalam waktu relatif singkat.
dr. Fabiyanus mengungkapkan bahwa pertemuan dengan tim penyelenggara hanya dilakukan satu kali. Setelah menerima moodboard dan rincian konsep, pasangan tersebut menyetujui rancangan yang diajukan.
Kepercayaan kepada tim menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Setiap pihak diberi ruang untuk menjalankan keahliannya, sehingga pasangan pengantin tidak perlu terlibat langsung dalam setiap urusan teknis.
Project Art Plus mengedepankan pelayanan dan sentuhan personal dalam mewujudkan konsep tersebut. Melalui semangat Renowned for Top Hospitality, tim berupaya menghadirkan pengalaman yang memungkinkan pasangan dan keluarga menikmati setiap rangkaian acara.
Perayaan pernikahan ini memperlihatkan bagaimana dekorasi, busana, musik, dan instalasi artistik dapat dirangkai menjadi satu pengalaman. Pada akhirnya, kemewahan acara juga hadir melalui momen personal yang menjadi kenangan bagi pasangan dan keluarga.
![]() |
| Hanging wedding cake transparan dalam pernikahan dr. Fabiyanus dan Melati Tedja di Shangri-La Surabaya. |
Kue pernikahan bernuansa bronze-gold dengan tampilan transparan itu turun perlahan dari langit-langit ballroom. Instalasi karya Femy’s Cake tersebut menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian acara malam.
Di balik kemegahan perayaan, setiap elemen dirancang saling terhubung, mulai dari inspirasi bunga melati, dekorasi ballroom, rancangan busana pengantin, hingga tata cahaya yang memperkuat suasana romantis.
Bunga Melati Menginspirasi Dekorasi Old-Money Glamour
Nama Melati menjadi titik awal konsep dekorasi pernikahan ini. Bunga yang identik dengan kemurnian dan cinta tersebut menginspirasi Steve Pesik dari Steve Decor dalam merancang tampilan ballroom.
Bunga melati diolah menjadi elemen seni kontemporer yang berpadu dengan nuansa bronze hangat, permainan cahaya, dan chandelier megah. Kombinasi tersebut menghadirkan suasana old-money glamour dengan karakter elegan sekaligus dramatis.
Konsep dekorasi menempatkan permainan warna, pencahayaan, dan detail artistik sebagai bagian dari pengalaman visual sepanjang perayaan.
Dua Gaun Pengantin Melati Tedja, dari French Lace hingga Satin Glamour
Penampilan Melati Tedja menghadirkan dua karakter busana berbeda untuk acara pagi dan malam. Kedua gaun tersebut dirancang Amelia Kartikasari dari Tinara Brides dengan mempertimbangkan suasana acara dan kenyamanan pemakainya.

Pada pagi hari, Melati mengenakan gaun bersiluet mermaid berbahan French lace. Detail kancing mutiara, detachable train berdraperi satin, serta veil dengan tepian lace menghadirkan kesan romantis dan klasik.
Rancangan tersebut disesuaikan dengan prosesi pemberkatan di gereja. Siluet dan materialnya dipilih agar tetap elegan serta relevan ketika dikenang bertahun-tahun mendatang.
Untuk acara malam, Melati berganti mengenakan gaun satin bersiluet H-line dengan detail tambour beading. Ekor gaun yang dapat dilepas-pasang menambah dimensi pada tampilan, sementara pantulan cahaya pada material satin menghadirkan kesan glamor modern.
Perbedaan kedua rancangan tersebut memberikan karakter tersendiri pada setiap momen, dari suasana sakral pada pagi hari hingga perayaan malam yang lebih meriah.
Melati memiliki latar belakang di dunia kecantikan dan modeling. Ia merupakan Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 serta Miss Charm 2024.
Hanging Wedding Cake Transparan Turun dari Langit-langit Ballroom
Salah satu atraksi utama berlangsung ketika perayaan memasuki puncak acara malam. dr. Fabiyanus menyiapkan kejutan bagi Melati dengan menghadirkan Niki Becker sebagai penyanyi tamu.

Penampilan tersebut mengiringi prosesi pemotongan hanging wedding cake karya Femy’s Cake. Berbeda dari kue pernikahan yang ditempatkan di atas meja, instalasi ini turun perlahan dari langit-langit ballroom.
Stephen Tan dari Project Art Plus menjelaskan, konsep tersebut dibuat agar prosesi pemotongan kue terasa lebih teatrikal.
“Terus nanti cuma digores pakai pedang gitu aja. Sekarang kita make it different, jadi untuk show-nya nanti cake-nya dari atas terus turun ke bawah,” katanya.
Menurut Stephen, instalasi itu menggunakan material transparan menyerupai gelatin sehingga tampilannya berbeda dari dekorasi kue berbahan busa yang lazim digunakan.
“Jadi kita tembus pandang gitu ya kayak cake-nya. Jadi seperti kayak gelatin gitu loh dan ini baru pertama di Surabaya,” tambahnya.
Tata cahaya menjadi elemen penting dalam pertunjukan tersebut. Sorotan lampu yang mengenai permukaan transparan menghasilkan tampilan visual yang seolah-olah bercahaya.

Perpaduan instalasi kue, musik, dan pencahayaan menciptakan suasana romantis sekaligus teatrikal. Konsep ini diwujudkan melalui kolaborasi Steve Decor, Project Art Plus, dan Lasika.
Persiapan Pernikahan Relatif Singkat
Di balik rangkaian acara yang penuh detail, persiapan pernikahan dr. Fabiyanus dan Melati berlangsung dalam waktu relatif singkat.
dr. Fabiyanus mengungkapkan bahwa pertemuan dengan tim penyelenggara hanya dilakukan satu kali. Setelah menerima moodboard dan rincian konsep, pasangan tersebut menyetujui rancangan yang diajukan.
Kepercayaan kepada tim menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Setiap pihak diberi ruang untuk menjalankan keahliannya, sehingga pasangan pengantin tidak perlu terlibat langsung dalam setiap urusan teknis.
Project Art Plus mengedepankan pelayanan dan sentuhan personal dalam mewujudkan konsep tersebut. Melalui semangat Renowned for Top Hospitality, tim berupaya menghadirkan pengalaman yang memungkinkan pasangan dan keluarga menikmati setiap rangkaian acara.
Perayaan pernikahan ini memperlihatkan bagaimana dekorasi, busana, musik, dan instalasi artistik dapat dirangkai menjadi satu pengalaman. Pada akhirnya, kemewahan acara juga hadir melalui momen personal yang menjadi kenangan bagi pasangan dan keluarga.

