SUARAJATIM – Lebih dari 250 relawan terlibat dalam kegiatan 28UILD 2026 yang digelar Habitat for Humanity Indonesia di Bogor dan Gresik, Sabtu (31/10/2026). Mereka melakukan pengecatan rumah, penanaman pohon hingga pembuatan lubang biopori sebagai bagian dari kampanye hunian layak.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, mengatakan persoalan rumah layak huni membutuhkan kepedulian berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
“Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar,” ujar Handoko saat membuka kegiatan.
Persoalan perumahan di Indonesia memang masih besar. Kebutuhan rumah nasional diperkirakan mencapai 9,9 juta unit. Selain backlog, banyak keluarga juga menghadapi tekanan biaya tempat tinggal.
Riset global Habitat for Humanity bertajuk Home at What Cost? terhadap 30.758 responden di 22 negara menemukan 73 persen responden Indonesia harus mengurangi pengeluaran pada aspek kehidupan lain untuk memenuhi biaya perumahan.
Sebanyak 49 persen responden khawatir situasi tak terduga dapat mengancam kemampuan mereka memiliki atau menempati rumah. Sementara 41 persen merasa cuaca ekstrem membuat tempat tinggal mereka kurang aman.
Melibatkan Anak Muda dalam Persoalan Perumahan
Salah satu relawan, Aisha, mengaku baru pertama kali mengikuti 28UILD. Kegiatan tersebut memberinya pengalaman langsung mengenai persoalan hunian yang masih dihadapi banyak keluarga.
“Saya juga baru menyadari bahwa masih banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan mengakses rumah layak, dan penting bagi kita generasi muda untuk menyuarakan isu rumah layak huni bagi semua,” ungkap Aisha.
28UILD tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012. Hingga 2026, kegiatan tersebut telah melibatkan lebih dari 250 relawan dan membantu lebih dari 500 keluarga di Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, serta Batam.
Selain kegiatan lapangan, Habitat for Humanity menghadirkan kompetisi desain kaus dan ilustrasi pintu melalui kampanye Let's Open the Door: Youth in Action for Decent Housing.
Lima kelompok relawan terpilih juga akan menjalankan program Youth in Action: Let's Open the Door Mini Grant. Mereka akan mengembangkan kampanye di komunitas masing-masing untuk mengenalkan isu housing resilience atau ketangguhan hunian.
Kegiatan 28UILD 2026 digelar dalam rangkaian peringatan 50 tahun Habitat for Humanity secara global. Organisasi nirlaba tersebut telah hadir di Indonesia sejak 1997 dan membantu lebih dari 200.000 keluarga membangun atau memperbaiki rumah.
![]() |
| Relawan Habitat for Humanity Indonesia dalam kegiatan 28UILD 2026 di Bogor. |
“Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar,” ujar Handoko saat membuka kegiatan.
Persoalan perumahan di Indonesia memang masih besar. Kebutuhan rumah nasional diperkirakan mencapai 9,9 juta unit. Selain backlog, banyak keluarga juga menghadapi tekanan biaya tempat tinggal.
Riset global Habitat for Humanity bertajuk Home at What Cost? terhadap 30.758 responden di 22 negara menemukan 73 persen responden Indonesia harus mengurangi pengeluaran pada aspek kehidupan lain untuk memenuhi biaya perumahan.
![]() |
| Relawan 28UILD 2026 mengecat rumah warga dalam kegiatan perbaikan hunian layak. |
Melibatkan Anak Muda dalam Persoalan Perumahan
Salah satu relawan, Aisha, mengaku baru pertama kali mengikuti 28UILD. Kegiatan tersebut memberinya pengalaman langsung mengenai persoalan hunian yang masih dihadapi banyak keluarga.
“Saya juga baru menyadari bahwa masih banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan mengakses rumah layak, dan penting bagi kita generasi muda untuk menyuarakan isu rumah layak huni bagi semua,” ungkap Aisha.
28UILD tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012. Hingga 2026, kegiatan tersebut telah melibatkan lebih dari 250 relawan dan membantu lebih dari 500 keluarga di Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, serta Batam.
Selain kegiatan lapangan, Habitat for Humanity menghadirkan kompetisi desain kaus dan ilustrasi pintu melalui kampanye Let's Open the Door: Youth in Action for Decent Housing.
Lima kelompok relawan terpilih juga akan menjalankan program Youth in Action: Let's Open the Door Mini Grant. Mereka akan mengembangkan kampanye di komunitas masing-masing untuk mengenalkan isu housing resilience atau ketangguhan hunian.
Kegiatan 28UILD 2026 digelar dalam rangkaian peringatan 50 tahun Habitat for Humanity secara global. Organisasi nirlaba tersebut telah hadir di Indonesia sejak 1997 dan membantu lebih dari 200.000 keluarga membangun atau memperbaiki rumah.


