-->

Tak Kunjung Kerjasama, Bos Diler Toyota ini Keluhkan ACC Selaku Value Chain

Diler Toyota Invicta

SuaraJatim - Toyota Value Chain (TVC) adalah mitra perusahaan pendukung operasional maupun pemasaran dari brand Toyota di Indonesia. Termasuk dalam hal ini adalah perusahaan pembiayaan (leasing). Selain ada Toyota Astra Financial Service (TAFS), ada juga ACC (Astra Credit Companies).



TVC selayaknya mendukung seluruh diler-diler Toyota tanpa kecuali. Karena secara logika, diler berdiri lebih dulu untuk menjualkan produk Toyota kepada konsumen, yang menggunakan fasilitas pembiayaan dari leasing pendukung.

Hal itulah yang disampaikan oleh Royce Muljanto, Mr President PT. Liek Satu Invicta (Invicta Toyota), salah satu diler resmi Toyota yang beroperasi di Jawa Timur, khususnya Pulau Madura.

Royce mengeluhkan tentang ACC yang tak kunjung bersedia bekerja sama dengan Invicta, padahal Invicta sudah menyandang sebagai diler resmi Toyota sejak tahun lalu.

Baca: TAM Tetapkan Status Kedileran Invicta Toyota

"Hanya Invicta yang berani investasi membuka diler di Madura untuk menggarap pasar di sana. Kalau cuma mengandalkan market dari Surabaya ya semua diler bisa. Oleh karena itu Invicta wajib didukung ACC," kata Mr President Invicta, ketika ditemui di Invicafe, Surabaya (5 Agustus 2020).

Royce mengaku sudah membicarakan hal ini kepada Tan Chian Hok selaku Direktur ACC namun masih belum ada tanggapan.

Mr President berniat akan membahas hal ini lebih lanjut di pertemuan teleconference dengan manajemen Toyota Astra Motor (TAM) pada Senin 10 Agustus 2020 pukul 16.00. Dalam acara ini rencananya turut dihadiri oleh Henry Tanoto - TAM Vice President, Minamide San - TAM Marketing Director dan Tan Chian Hok - Direktur ACC.

Menurut Royce, selesai teleconference sejak 10 Agustus 2020 17:00:00 TAM harusnya mewajibkan ACC sebagai TVC (Toyota Value Chain) Invicta. Secara Hukum Absolute ACC hanya ada kewajiban menjalankan keputusan TAM sebagai TVC, (tidak ada hak/kehendak sendiri).

"Dengan demikian jika ACC masih belum TVC maka terpaksa Royce wajib membereskan Liek Motor sendiri sebab akar permasalahan ACC adalah di Mulyanto. Jadi Mulyanto yang wajib di akhiri bukan sekadar selesai. Selama ada Mulyanto di Liek Motor maka Mulyanto akan selalu menenggelamkan akar permasalahan yang sudah dimunculkan Royce ke permukaan (istilah psikologi The King menggunakan Gas Light)."

"Mulyanto akan melobby pejabat Toyota Astra Motor dengan iming-iming tiket liburan dari perusahaan Mulyanto yang lain seperti HD Motor 99 dan upeti, sampai ancaman kepada TAM untuk menjual diler seperti Liek Motor Mojokerto untuk mengabaikan apa yang disampaikan Royce di forum meeting maupun Teleconference."

"Jadi kesimpulannya Royce adalah Toyota Way, dan Mulyanto adalah Anti-Toyota Way."

"Ya kita lihat aja jalan yang dipilih TAM bagaimana nanti, apakah berpihak ke Royce (mewajibkan ACC TVC Invicta) atau ke Mulyanto (ACC hubungan tidak TVC Invicta/hubungan tanpa status), artinya TAM ditipu daya oleh drama ACC oleh The King-Mulyanto di bulan Maret 2018 dengan menggugat ACC melalui Uni Ratna (Unimas group) Taxi yaitu Agra Jendra Sentot yang masih sepupunya Mulyanto sendiri."

"Seperti biasa Drama murahan keluarga Mulyanto, bukan keluarga Royce Muljanto.Siapa pun yang main Drama akan menuai Hukum Karma. Ini adalah buah Hukum Karma yang wajib dijalani oleh Mulyanto. Kalau Royce cuma mengikuti drama Mulyanto sambil menabur Dharma (karma baik) dengan cara meluruskan pihak-pihak yang disesatkan Mulyanto seperti TAM, ACC dan Konspirasi Dealer Mojokerto (Kartika Sari Malang, Wira Banjarmasin, Arina Gresik). Jadi Mulyanto selama lima tahun ini sejak 2016-2020, Mulyanto menjalani Hukum Karma, Royce yang menjalani Hukum Dharma," pungkas Royce.
LihatTutupKomentar