-->
close
harga batu koral

Cegah Covid, Mahasiswa UMM Sosialisasi Protokol Kesehatan Hingga Buatkan Jamu untuk Warga Desa

Pembukaan PMM mahasiswa UMM di Desa Bono, Tulungagung - Senin 3 Agustus 2020

Suara Jatim - Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama Agustus ini melaksanakan giat PMM (dulu kerap disebut KKN) dengan tema pencegahan Covid-19.


Faridz Alfansa, Niken Riga, Ashifa Ryan, Ian Rachmantiarto dan Rizka Aulia adalah para mahasiswa angkatan 2017 yang terlibat dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di tahun ini. Mereka bertekad untuk mewujudkan pentingnya kesadaran pencegahan Covid-19 di Desa Bono, Kec. Boyolangu, Tulungagung.

Baca: Mahasiswa Bagikan 100 Kotak Nasi

"Selama 30 hari PMM di sini, kami mempunyai empat agenda penting seputar lingkup pencegahan Covid-19 yang kami persembahkan untuk warga desa," tutur Ian Rachmantiarto, pada acara pembukaan dan perkenalan PMM Bhaktimu Negeri di Kantor Desa Bono (3/8).

Selama dua jam, adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 83 ini antusias dalam menyampaikan presentasinya.

Baca: Blusukan ke Posyandu, Mahasiswa UMM Sebar Masker dan Face Shield Anak

Faridz Alfansa selaku koordinator PMM mengungkapkan bahwa tujuan PMM kali ini adalah untuk mewujudkan kesadaran masyarakat Desa Bono dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. "Khususnya dalam menaati seluruh protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah agar bisa berpartisipasi dalam pencegahan dan mengurangi angka terjangkitnya Covid-19," jelasnya.

Pada acara perkenalan ini turut dihadiri Kepala Desa dan Babinsa setempat, yang ikut memberikan pengarahan dalam pelaksanaan PMM sebulan ke depan.

Baca: PMM UMM Bagikan Tempat Cuci Tangan dan Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Dalam sambutannya, H. Moch. Moezamil S. Sos selaku Kepala Desa Bono berjanji melibatkan perangkat desa secara aktif membantu dan berharap kegiatan PMM ini berjalan dengan lancar. "Kami selaku pihak desa mendukung penuh kegiatan ini karena bersifat positif dan dari program yang direncanakan insyaallah akan banyak manfaatnya bagi masyarakat Desa Bono," katanya.

Lebih lanjut Faridz membeberkan agenda sebulan penuh ke depan antara lain pembagian masker berikut face shield dan hand sanitizer, pembuatan video profil desa, sosialisai protokol kesehatan dan penempatan alat cuci tangan hingga pembuatan dan pembagian jamu temulawak untuk warga desa.

Sesuai tema PMM, acara perkenalan dan pembukaannya pun dikondisikan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dan nantinya selama kegiatan PMM berlangsung, kelima mahasiswa ini dibimbing secara daring oleh dosen Sholahuddin Al-Fatih.

Penulis: Faridz Alfansa | Editor: Handi Cahyono
LihatTutupKomentar