Mahasiswa UMSurabaya Ajarkan Pupuk Organik Berbasis Lingkungan


Suarajatim.com - Limbah di rumah tangga bisa dikelola menjadi potensi pengembangan lingkungan. Itulah tema pembelajaran Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan Kelompok Wonokusumo 2 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. KKN dilakukan selama satu bulan, dari tanggal 28 Juli 2021 sampai 28 Agustus 2021. Salah satu rangkaian kegiatan dalam KKN adalah pelatihan pembuatan pupuk organik dengan berbasis limbah rumah tangga.

Aryadhika Manggala Putra, ketua kelompok KKN Wonokusumo 2 menuturkan, bahwa dalam KKN yang mereka lakukan tahun ini berbasis domisili mahasiswa. 

“Pandemi ini menjadikan KKN yang biasanya terpusat, dirubah menjadi tersebar berdasarkan domisili mahasiswa. Kelompok Wonokusumo 2 dikuti oleh 12 mahasiswa yang berdomisili di kecamatan Wonokusumo. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kami lakukan. Diantara kegiatan tersebut adalah Tehnologi Tepat Guna dengan mengangkat tema pemanfaatan limbah lingkungan, ada kegiatan pembelajaran di masa pandemi dan ada kerja bakti bersama masyarakat terkait pemeliharaan lingkungan,” terangnya sebagaimana rilis yang disampaikannya pada Selasa (24/8).

Kegiatan Tehnologi Tepat Guna pembuatan pupuk organik berbasis limbah lingkungan ini dilaksanakan di kampung Tambak Bening Surabaya. Menurut Achmad Aziz Soedjoko Putra, mahasiswa peserta KKN yang menjadi pemateri Pupuk Organik, pelatihan pupuk organik berbasis limbah lingkungan didasari pada kesadaran perlunya pupuk organik untuk keperluan penghijauan lingkungan dan tersedianya limbah rumah tangga yang seriap hari tersedia di lingkungan masyarakat. 


“Potensi limbah dan adanya kebutuhan pupuk organik itu yang menjadi dasar pertimbangan awal kami membuat pelatihan pupuk organik ini. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini masyarakat mandiri dalam pengadaan kebutuhan pupuk untuk menghijauan lingkungan sekaligus bisa mengurangi limbah rumah tangga yang setiap hari terproduksi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Tahapan pelaksanaan pelatihan pupuk organik dilakukan dalam tiga kegiatan. Tahap pertama, dengan sosialisasi dan pelatihan daring melalui pertemuan digital.

“Pada pelatihan tahap pertama ini penekannya pada sosialisasi program dan manfaat pupuk organik. Tahap kedua kami lakukan dengan pelatihan langsung dengan protokol Kesehatan. Dalam tahap kedua ini peserta diajari praktek secara langsung, mulai dari pengumpulan bahan, proses pengolahan hingga bagaimana memproses pupuk jadi. Dan untuk tahap ketiga, kita mahasiswa bersama warga masyarakat yang menjadi peserta pelatihan, melakukan evaluasi  dengan melihat hasil proses pengolahan pupuk organik sekaligus menguji coba hasil pupuk organik pada tanaman yang berada di lingkungan warga,” lanjut Aziz.


Pelaksanaan pelatihan diikuti kelompok mahasiswa, tokoh masyarakat, ibu-ibu rumah tangga dan karang taruna di lingkungan kelurahan Tambak Bening Surabaya. 

“Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat ini bertujuan untuk mendorong agar gerakan penghijauan dengan memanfaatkan limbah masyarakat bisa di dukung semua lapisan masyarakat. Setelah pupuk organik jadi, akan dibagikan kepada semua warga yang memiliki tanaman hijau. Target akhirnya akan menciptakan lingkungan tambak bening yang padat penduduk, memiliki tanaman hujau yang cukup untuk mendorong Kesehatan masyarakat di kampung Tambak Bening,” pungkas Aziz.//cw

LihatTutupKomentar