mie lurus

Hoax! Ternyata Pria Pengendara Mobil yang Ogah Mundur Bukan Polisi

  • Polda Metro Jaya mengungkap hasil penelusuran dari video viral yang beredar tentang pengemudi mobil yang ogah mundur. Ternyata pria arogan tersebut bukanlah polisi. Mahfud Md kembali angkat bicara.

Jakarta, Suarajatim.com - Beberapa waktu lalu, sempat viral di media sosial video berdurasi 2 menit 19 detik yang memperlihatkan dua orang pria yang tengah cekcok di pinggir jalan. 


Pria berpakaian putih diketahui merupakan seorang ketua RT. Sedangkan yang berada di dalam mobil mengaku sebagai seorang polisi.


Perdebatan yang terjadi disinyalir karena pria yang mengaku polisi tidak mau memundurkan mobilnya yang menghalangi jalan keluar toko.


Citra polisi yang sedang menurun di mata masyarakat pasca kasus Ferdy Sambo, membuat netizen ramai-ramai melayangkan hujatan pada pria arogan yang dinarasikan sebagai polisi tersebut dan membagikan video itu hingga sampai ke telinga Menkopolhukam, Mahfud Md.


Melalui akun Twitter pribadinya, Mahfud menghimbau Polri menindaklanjuti kasus tersebut. 


"Ini beneran atau konten sandiwara buatan? Kalau ini sungguhan, maka Polisi harus mengambil tindakan. Itu ada nomer mobilnya. Masa, arogansinya spt itu. @DivHumas_Polri," cuit Mahfud.


Setelah ditelusuri oleh korps Bhayangkara, pria di balik kemudi tersebut bernama Edison Samsudin (67). Ia pun ternyata bukanlah seorang polisi, melainkan pensiunan karyawan swasta.


"Saudara Edison Samsudin, usia 67 tahun, selaku pengemudi kendaraan B 1398 KYP merupakan pensiunan bank, bukan polisi," kata Kombes Endra Zulpan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.



Mahfud Md pun kembali berkomentar melalui laman Twitter-nya. 


"Kasus Edison Samsudin yang oleh pembuat video disebut sebagai anggota polisi (padahal bukan) adalah bukti, di tengah masyarakat ada fitnah-fitnah terhadap Polri. Ini tak lain karena image publik terhadap Polri negatif karena prilaku banyak oknum. Padahal di masyarakat banyak polisi yang baik. Perlu bebenah bangun public trust," cuit Mahfud di akun Twitter-nya, Selasa (13/9/2022).


Edison Samsudin pun menyampaikan permohonan maafnya. "Saya memohon maaf pada jajaran Polri atas kejadian ini. Semoga ini tidak terjadi lagi," ungkapnya.


Sementara itu, Ketua RT, Yosharman (53), yang juga ada dalam video tersebut, menyampaikan harapannya agar kejadian viral tersebut menjadi pelajaran bagi para pengguna jalan agar patuh pada peraturan yang ada.


"Semoga dengan adanya kejadian ini, masyarakat jadi patuh dengan tata cara parkir demi kelancaran dan kenyamanan warga. Saya hanya itu, semua sudah clear di sini atas bantuan Pak Kapolres," katanya.

LihatTutupKomentar
close
mayora