Listrik Jatim Aman Jelang Lebaran, Wagub Emil Cek Langsung Command Center PLN

SUARAJATIM– Ramadan memasuki fase krusial. Aktivitas warga Jawa Timur meningkat tajam, pusat belanja ramai, rumah-rumah terang hingga larut malam. Di tengah lonjakan itu, pasokan listrik jadi urat nadi. Tak mau ambil risiko, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak turun langsung ke kantor PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Jumat (20/2).
Wagub Jatim Emil Dardak meninjau Control Center PLN UIT JBM di Surabaya jelang Idul Fitri 1447 H
Wagub Jatim Emil Dardak saat meninjau Control Center PLN UIT JBM untuk memastikan kesiapan listrik Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
“Kami berterima kasih karena selama ini PLN memiliki response time yang sangat baik. Ketika ada kondisi padam, PLN langsung memberi respons dalam waktu singkat dengan langkah-langkah tindak lanjutnya,” ungkap Emil.

Kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Emil meninjau langsung Control Center Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur. Dari ruangan ini, sistem kelistrikan dipantau real time. Setiap pergerakan beban terpantau di layar besar. Keseimbangan suplai dan kebutuhan dijaga detik demi detik.

Di hadapan Wagub, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja membeberkan kondisi terkini kelistrikan Jatim.

“Beban Puncak Tertinggi di Jawa Timur ialah 2.036 MW, sementara Daya Mampu Netto yaitu 2.638 MW sehingga masih ada cadangan sebesar 602 MW atau sekitar 22 persen. Beban saat Idul Fitri cenderung lebih rendah dari hari normal, tren lima tahun terakhir menunjukkan beban lebih rendah 32 persen dari hari normal,” ujar Ika.

Angka tersebut jadi bantalan penting saat momen Lebaran. PLN juga mengatur jadwal pemeliharaan lebih awal agar tak berbenturan dengan periode siaga. Potensi gangguan ditekan sebelum hari H.

Tak main-main, 1.207 personel disiagakan 24 jam penuh selama masa Ramadan hingga Idul Fitri. Mereka disokong peralatan pendukung untuk menjaga sistem transmisi tetap stabil. Koordinasi dengan TNI dan Polri juga diperkuat demi pengamanan objek vital kelistrikan.

Emil juga memberi apresiasi atas pengembangan Gardu Induk 500 kV di Waru, Sidoarjo. Infrastruktur ini diproyeksikan memperkuat suplai listrik ke kawasan metropolitan Jawa Timur yang terus bertumbuh.

Dengan cadangan daya yang masih longgar dan personel bersiaga tanpa henti, sistem kelistrikan Jatim dipastikan dalam posisi aman. Targetnya jelas: warga bisa beribadah tenang, silaturahmi lancar, dan malam takbiran tetap terang tanpa gangguan.
LihatTutupKomentar