PLN Laporkan Proyek PLTS Terapung Cirata di Hadapan Pemimpin Negara Anggota ASEAN

  • Presiden membuka AIPF. Kesempatan tersebut digunakan PLN untuk memaparkan program Green Enabling Supergrid hingga Rampungnya PLTS Terapung Cirata.

Jakarta, Suarajatim.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka Forum ASEAN-Indo-Pacific (AIPF) sebagai flagship dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN pada Selasa (5/9). 


Pada kesempatan itu, PT PLN (Persero) memaparkan tentang komitmen aksi mencapai Net Zero Emission tahun 2060, akselerasi pengembangan energi terbarukan, hingga proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terapung Cirata, di hadapan para pemimpin negara anggota ASEAN. 


Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo menyebutkan bahwa ASEAN memiliki peluang investasi yang menjanjikan. Namun, kawasan ini tidak imun terhadap tantangan dan potensi konflik. Sehingga pemerintah Indonesia melalui AIPF perlu membangun kerja sama yang lebih luas dan bermanfaat dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik agar visi ASEAN sebagai Epicentrum of Growth bisa segera terwujud.


"AIPF punya agenda utama dalam membangun infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resiliance lewat hilirisasi industri. Pembangunan ekosistem kendaraan listrik adalah contoh konkret pembangunan rantai pasok kawasan," kata Presiden Jokowi.


Menteri BUMN Erick Thohir yang juga turut hadri pada kesempatan tersebut juga mengemukakan pendapatnya. Menurutnya, AIPF adalah bagian dari upaya pemerintah Indonesia dalam membangun kerja sama di tingkat regional Asia-Pasifik demi mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. 


Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi yang inklusif dan konkret antar lembaga publik, swasta, dan BUMN. Pembahasan forum tersebut fokus pada tiga bidang penting, yakni infrastruktur hijau dan rantai pasokan yang andal, transformasi digital dan ekonomi kreatif, serta pembiayaan inovatif dan berkelanjutan.


"Pemerintah Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara aktif menjalin kerja sama dengan mitra global. Termasuk membentuk aliansi strategis untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik, memperluas interkonektivitas lintas negara, serta berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur regional," kata Erick.


Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memapatkan bahwa PLN dalam forum AIPF memiliki tiga fokus utama, yakni mendorong kerja sama antara negara maupun private sector untuk mewujudkan misi ASEAN dalam interkoneksi sistem kelistrikan.


Saat ini, PLN tengah membangun green enabling supergrid yang dilengkapi dengan smartgrid dan flexible generations.


“Karena adanya ketidaksesuaian antara lokasi energi terbarukan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan, serta jauh dari pusat demand yang berada di Jawa, maka kita rancang skenario Green Enabling Supergrid. Sehingga, potensi EBT yang tadinya tidak bisa kita manfaatkan, ke depan menjadi termanfaatkan. Selain itu, tentunya akan mampu membangkitkan kawasan dengan memunculkan episentrum ekonomi baru," jelas Darmawan. 


Untuk ASEAN Power Grid, PLN sepakat berkolaborasi dengan dua perusahaan listrik asal Malaysia, yakni Sabah Electricity Sdn Bhd untuk mengembangkan interkoneksi Kalimantan-Sabah, dan Tenaga Nasional Berhad untuk pengembangan interkoneksi Sumatera-Semenanjung Malaysia.


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU pada acara ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-41 dan ASEAN Energy Business Forum (AEBF) di Bali 25 Agustus lalu.


“Kami yakin kolaborasi ini dapat mewujudkan mimpi besar ASEAN Power Grid untuk membawa kesejahteraan bagi negara-negara Asia Tenggara,” ucap Darmawan.


PLN juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintah untuk menjadi inisiator dalam transisi energi di komunitas negara-negara Asia-Pasifik. Pembangunan PLTS Terapung Cirata menjadi salah satu bukti komitmen Indonesia dalam mengembangkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.


Menurut Darmawan, PLTS Terapung Cirata memiliki kapasitas 192 MWp. PLTS ini dibangun atas kolaborasi dari PLN dengan perusahaan energi Masdar dari Uni Emirat Arab. Saat ini, PLTS Terapung Cirata telah memasuki proses finalisasi. 


PLTS Terapung Cirata menempati area seluas 200 hektar, dan akan menghasilkan energi sebesar 245 juta kWh per tahun dan dapat memasok listrik setara untuk 50.000 rumah tangga. 


"Ini juga menjadi bukti bahwa PLN mampu menghadirkan skema kerja sama investasi yang menarik sehingga mampu mendorong minat investor untuk mengembangkan proyek EBT di wilayah lain,” pungkas Darmawan.

LihatTutupKomentar