Persiapan Mudik Aman: Jasa Raharja Hadiri Rakor Operasi Ketupat 2024 Bersama Kapolri dan TNI

Jasa Raharja Operasi Ketupat

Jakarta, Suarajatim.com - Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, mengikuti Rapat Koordinasi (rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2024 untuk mempersiapkan pengamanan arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1445 H. Rakor tersebut dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Hotel Bidakara pada Senin (25/3/2024).


Rivan menyatakan keikutsertaan Jasa Raharja dalam rakor tersebut bertujuan untuk mengkoordinasikan dan memastikan kesiapan dalam hal pelayanan santunan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan selama periode mudik.

"Dalam hal ini Jasa Raharja berkaitan dengan kesiapan pelayanan santunan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama periode mudik," ujarnya.

Jasa Raharja berharap agar mudik tahun ini dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan menurunkan kasus kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, semua pihak terlibat terus bersinergi dalam mempersiapkan upaya pencegahan dengan baik.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan prediksi peningkatan jumlah pemudik hingga 56 persen atau mencapai 193 juta orang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diharapkan jumlah kecelakaan dapat ditekan dan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Operasi ketupat tahun ini menyiapkan 155.165 personel gabungan dan 5.784 pos untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kapolri.

Menko PMK Muhadjir Effendy juga mengimbau agar para pemudik mempersiapkan diri dengan baik, termasuk melakukan pengecekan kendaraan dan kesehatan fisik pengendara.

"Pastikan kendaraannya layak dan aman, selain itu pengemudi harus dalam keadaan bugar dan istirahat cukup," ujarnya.

Muhadjir juga menyarankan agar pemudik yang menggunakan transportasi kapal membeli tiket secara online untuk menghindari antrean di pelabuhan.

Turut hadir dalam rakor tersebut, antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan beberapa pimpinan instansi terkait lainnya.

LihatTutupKomentar