Kenalan dengan Lenmeldy, Obat Termahal di Dunia yang Harganya Capai 63 Miliar

  • Menurut Anda, berapa harga obat termahal di dunia? Apakah 1 juta, 10 juta, 100 juta, atau bahkan milyaran rupiah?


Suarajatim.com - Dilansir dari akun Tiktok milik seorang apoteker bernama Rian Nurdiana, ternyata obat termahal di dunia harganya mencapai 63 miliar rupiah. Wah, obat apa ya itu?

Kalau sebelumnya penyandang gelar obat termahal di dunia dipegang oleh Hemgenik dari CSL Bearing dengan harga 53 miliar rupiah per sekali suntik, kini posisi itu digeser oleh Lenmeldy produksi Orchard.

"Harga terapi untuk pakai obat Lenmeldy adalah berkisar 4,25 juta dollar Amerika atau 63 miliar rupiah," ucap Rian.

Obat Lenmeldy sendiri dipakai untuk mengatasi satu penyakit genetik langka, yakni Metakromatik Leukodistrofi (ML).

Penderita MLD mengalami  masalah pada sistem syaraf di bagian otak dan tulang belakang yang mengakibatkan fungsi motorik dan kognitifnya mengalami defisit.

Anak-anak yang mengalami MLD memiliki harapan hidup yang rendah, yakni berkisar 5-10 tahunan setelah diagnosa.

MLD sendiri diakibatkan oleh kurangnya enzim penting yang disebut arylsulfatase A (ARSA). Kekurangan ARSA dapat membuat bahan kimia yang disebut sulfatida menumpuk di dalam tubuh dan merusak sistem saraf, ginjal, kandung empedu, dan organ lainnya. Kelainan ini merupakan bawaan genetik yang diturunkan dari orang tua.

"Lenmeldy ini tergolong obat terapi gen. Dimana obat ini secara spesifik dibuat khusus untuk satu orang, karena terbuat dari stemsel pasiennya itu sendiri. Itu kenapa harganya mahal karena benar-benar spesifik untuk satu orang, tidak bisa untuk orang lain," kata Rian.

Jadi, tahapan pembuatan obat ini bermula dari pengambilan stemsel pasien untuk dibawa ke laboratorium dan dilakukan pembuatan serta pengujian keefektifannya sebelum kemudian diberikan kepada pasien tersebut lagi.

Tak sembarangan, sebelum dimasukkan obat, pasien harus dikemoterapi dulu agar sumsum tulangnya dapat menerima sel-sel yang baru.

"Satu siklus itulah yang memakan biaya sekitar 63 miliar rupiah. Karena memang prosesnya panjang dan pembuatan obatnya pun khusus," tutup Rian.
LihatTutupKomentar