SUARAJATIM – Layar lebar tak selalu tentang hiburan kosong. Di Surabaya, bioskop justru berubah menjadi ruang rehat emosional bagi mereka yang sehari-hari hidup dalam tekanan jalanan serta tanggung jawab keluarga. Itulah yang terasa saat Komunitas Sahabat Bioskop mengajak pengemudi ojek online serta orang tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus menikmati film Bidadari Surga tanpa biaya di CGV Maspion Square, Jumat (16/1/2026).
Komunitas ini memang belum diresmikan. Namun langkah awalnya langsung mencuri perhatian. Di tengah rutinitas menarik gas, menunggu order, hingga mendampingi anak dengan kebutuhan khusus, ajakan nonton bareng ini hadir sebagai jeda yang jarang mereka miliki. Kursi bioskop menjadi tempat berhenti sejenak, menarik napas, lalu kembali kuat.
Pilihan film pun bukan kebetulan. Bidadari Surga yang dibintangi Rey Mbayang, Dinda Hauw, serta Indro Warkop memuat pesan keluarga serta nilai religius yang dekat dengan realitas penonton. Cerita film ini memantik emosi, terutama bagi para orang tua yang menatap masa depan anak-anaknya dengan penuh doa.
“Saya sampai nangis dan terharu saat menonton film ini. Bisa jadi bekal buat saya selaku ibu dari 2 anak untuk mencari pasangan hidupnya kelak,” kata Linda Susana, pengemudi ojol yang telah bekerja sejak 2017.
Suasana hangat juga dirasakan para pengemudi ojol lain. Bagi mereka, kebersamaan seperti ini jarang terjadi. Biasanya, waktu habis di jalan dengan ponsel di tangan.
“Alhamdulillah, bisa refreshing sejenak, biar tidak jenuh nungguin orderan masuk,” ujar Dimas Bagus, pengemudi ojol yang akrab disapa Pikachu.
Di balik kegiatan ini, ada gagasan sederhana dari Daniel Lukas Rorong. Founder sekaligus Ketua Komunitas Sahabat Bioskop tersebut ingin menghadirkan ruang jeda yang manusiawi bagi kelompok yang sering luput dari perhatian.
“Istilah kerennya Me Time. Ini sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi buat para ojol yang sudah bekerja mencari nafkah buat keluarganya. Serta para ortu yang sudah mengurus buah hatinya yang maaf, ABK tanpa kenal lelah, untuk healing sejenak,” ujar Daniel saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (17/1/2026) melalui pesan WhatsApp.
Daniel bukan nama baru di kegiatan sosial. Ia juga mendirikan Komunitas Tolong Menolong serta Komunitas Film Surabaya Raya. Baginya, bioskop bisa menjadi medium berbagi empati. Walau belum resmi berdiri, langkah awal Sahabat Bioskop sudah berjalan berkat dukungan donatur.
“Puji Tuhan, meski belum diresmikan, namun Komunitas Sahabat Bioskop sudah hadir memberi manfaat. Ini semua berkat support dari Abah Eddy Torana atau yang akrab dipanggil Abah Etor yang sudah menjadi donatur untuk kegiatan pertama dari komunitas ini,” ungkap Daniel.
Ke depan, lingkaran kebersamaan ini direncanakan makin luas. Sasaran berikutnya adalah pengemudi ojol disabilitas, anak panti asuhan, hingga anak yatim. Daniel meyakini hiburan sederhana mampu menjaga kewarasan banyak orang.
“Karena saya yakin, mereka juga butuh hiburan dan refreshing agar tidak stres serta bisa menikmati hidup ini,” tandas Daniel yang telah terjun di kegiatan kemanusiaan sejak 2010.
![]() |
| Pengemudi ojol dan orang tua Anak Berkebutuhan Khusus menikmati nobar film Bidadari Surga bersama Komunitas Sahabat Bioskop di CGV Maspion Square Surabaya. |
Pilihan film pun bukan kebetulan. Bidadari Surga yang dibintangi Rey Mbayang, Dinda Hauw, serta Indro Warkop memuat pesan keluarga serta nilai religius yang dekat dengan realitas penonton. Cerita film ini memantik emosi, terutama bagi para orang tua yang menatap masa depan anak-anaknya dengan penuh doa.
“Saya sampai nangis dan terharu saat menonton film ini. Bisa jadi bekal buat saya selaku ibu dari 2 anak untuk mencari pasangan hidupnya kelak,” kata Linda Susana, pengemudi ojol yang telah bekerja sejak 2017.
Suasana hangat juga dirasakan para pengemudi ojol lain. Bagi mereka, kebersamaan seperti ini jarang terjadi. Biasanya, waktu habis di jalan dengan ponsel di tangan.
“Alhamdulillah, bisa refreshing sejenak, biar tidak jenuh nungguin orderan masuk,” ujar Dimas Bagus, pengemudi ojol yang akrab disapa Pikachu.
Di balik kegiatan ini, ada gagasan sederhana dari Daniel Lukas Rorong. Founder sekaligus Ketua Komunitas Sahabat Bioskop tersebut ingin menghadirkan ruang jeda yang manusiawi bagi kelompok yang sering luput dari perhatian.
“Istilah kerennya Me Time. Ini sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi buat para ojol yang sudah bekerja mencari nafkah buat keluarganya. Serta para ortu yang sudah mengurus buah hatinya yang maaf, ABK tanpa kenal lelah, untuk healing sejenak,” ujar Daniel saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (17/1/2026) melalui pesan WhatsApp.
Daniel bukan nama baru di kegiatan sosial. Ia juga mendirikan Komunitas Tolong Menolong serta Komunitas Film Surabaya Raya. Baginya, bioskop bisa menjadi medium berbagi empati. Walau belum resmi berdiri, langkah awal Sahabat Bioskop sudah berjalan berkat dukungan donatur.
“Puji Tuhan, meski belum diresmikan, namun Komunitas Sahabat Bioskop sudah hadir memberi manfaat. Ini semua berkat support dari Abah Eddy Torana atau yang akrab dipanggil Abah Etor yang sudah menjadi donatur untuk kegiatan pertama dari komunitas ini,” ungkap Daniel.
Ke depan, lingkaran kebersamaan ini direncanakan makin luas. Sasaran berikutnya adalah pengemudi ojol disabilitas, anak panti asuhan, hingga anak yatim. Daniel meyakini hiburan sederhana mampu menjaga kewarasan banyak orang.
“Karena saya yakin, mereka juga butuh hiburan dan refreshing agar tidak stres serta bisa menikmati hidup ini,” tandas Daniel yang telah terjun di kegiatan kemanusiaan sejak 2010.

