6 Balon Udara Liar Diamankan di Blitar, PLN Bareng Aparat Turun Tangan Pagi-Pagi

SUARAJATIM - Langit di wilayah barat Kabupaten Blitar kembali dipenuhi ancaman balon udara liar, terutama saat momen jelang Lebaran yang kerap diwarnai tradisi penerbangan tanpa kendali.
Tim gabungan PLN, TNI, dan Polri mengamankan balon udara liar dalam operasi di Blitar
Sabtu pagi (21/3/2026), tim gabungan dari PLN, TNI, dan Polri bergerak cepat menyisir wilayah barat Kabupaten Blitar yang masuk zona merah. Hasilnya, enam balon udara lengkap dengan petasan berhasil diamankan sebelum menimbulkan gangguan serius.

“Melalui sinergi bersama TNI dan Polri, kami berupaya meminimalisir potensi gangguan pada jaringan transmisi akibat balon udara. Keselamatan masyarakat dan keandalan listrik menjadi prioritas utama kami,” ujar perwakilan Tim HSSE PLN UPT Madiun.

Operasi dimulai sejak pukul 05.00 WIB. Tim dari PLN UPT Madiun, ULTG Kediri, serta jajaran Polsek Srengat, Ponggok, dan Sanankulon menyisir jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Tulungagung–Trenggalek. Fokus utama berada di bentang tower T.56 hingga T.57, yang dikenal rawan aktivitas balon udara.
Petugas PLN dan aparat mengamankan balon udara liar di Blitar
Langkah ini bukan tanpa alasan. Balon udara liar, apalagi yang dipasangi petasan, bisa memicu gangguan serius seperti flashover hingga trip jaringan listrik. Dampaknya bisa meluas, dari pemadaman hingga risiko keselamatan warga.

Selama operasi berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, tim menemukan dan mengamankan enam balon udara. Barang bukti tersebut langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Selain penertiban, petugas juga melakukan edukasi langsung ke masyarakat. Warga diingatkan soal bahaya menerbangkan balon udara tanpa kendali, terutama di dekat jalur transmisi listrik.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, turut mengingatkan risiko besar di balik tradisi tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, apalagi yang dilengkapi petasan. Selain berisiko menyebabkan gangguan listrik, hal tersebut juga dapat membahayakan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan keandalan listrik demi kenyamanan bersama, khususnya di momen Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Ika.

Menjelang Idul Fitri, aktivitas balon udara memang cenderung meningkat di sejumlah daerah. Karena itu, pengawasan diperketat agar jaringan listrik tetap aman dan pasokan tidak terganggu.

PLN berharap kesadaran masyarakat ikut meningkat. Lingkungan yang aman dan tertib jadi kunci agar perayaan tetap berjalan lancar tanpa gangguan listrik maupun risiko kecelakaan.
LihatTutupKomentar