OTOJATIM - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) mulai mengaktifkan masa siaga pengamanan pasokan listrik. Direktorat Transmisi dan Perencanaan Sistem menetapkan periode siaga selama 20 hari, mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Fokusnya jelas: memastikan listrik tetap stabil saat aktivitas masyarakat meningkat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Melalui kesiapan personel, peralatan, serta dukungan material cadangan, PLN UIT JBM berkomitmen menjaga keandalan sistem transmisi selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari kemenangan dengan tenang tanpa khawatir terhadap pasokan listrik,” ujar General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Ika Sudarmaja, saat ditemui dalam acara Visit Keandalan Transmisi UIT JBM.
Di wilayah Jawa Timur dan Bali, PLN UIT JBM langsung bergerak cepat. Sebanyak 1.390 personel disiagakan penuh selama periode tersebut. Mereka ditempatkan di berbagai titik operasional untuk memastikan jaringan transmisi tetap dalam kondisi prima.
Petugas berjaga selama 24 jam setiap hari. Mereka juga telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan pada sistem transmisi listrik.
Kesiapan ini diperkuat dengan pembentukan 16 posko siaga. Rinciannya, 15 posko berada di unit layanan dan satu posko berada di tingkat unit induk. Posko-posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan sistem kelistrikan sekaligus titik respons cepat jika muncul potensi gangguan.
Tidak hanya personel, PLN UIT JBM juga menyiapkan berbagai peralatan teknis untuk mempercepat penanganan jika terjadi masalah di lapangan. Di antaranya 12 unit crane, 10 unit manlift, satu perangkat online washer, tujuh unit Emergency Restoration System (ERS), lima trafo mobile, serta tujuh unit DC mobile.
Seluruh perangkat dipastikan siap operasi selama masa siaga. Peralatan tersebut disiapkan untuk mempercepat proses pemulihan apabila terjadi gangguan pada jaringan transmisi.
Di sektor logistik, material cadangan juga telah disebar di sejumlah titik. Penempatannya mempertimbangkan akses dan jarak tempuh agar bisa segera digunakan saat dibutuhkan.
Dengan kesiapan personel, peralatan, serta material cadangan yang telah disiapkan, PLN UIT JBM optimistis sistem kelistrikan di wilayah Jawa Timur dan Bali tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Stabilitas listrik diharapkan menjaga aktivitas ibadah masyarakat tetap berjalan lancar sepanjang bulan suci hingga hari kemenangan.
![]() |
| PLN UIT JBM menyiagakan 1.390 personel dan berbagai peralatan untuk menjaga pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. |
Di wilayah Jawa Timur dan Bali, PLN UIT JBM langsung bergerak cepat. Sebanyak 1.390 personel disiagakan penuh selama periode tersebut. Mereka ditempatkan di berbagai titik operasional untuk memastikan jaringan transmisi tetap dalam kondisi prima.
Petugas berjaga selama 24 jam setiap hari. Mereka juga telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan pada sistem transmisi listrik.
Kesiapan ini diperkuat dengan pembentukan 16 posko siaga. Rinciannya, 15 posko berada di unit layanan dan satu posko berada di tingkat unit induk. Posko-posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan sistem kelistrikan sekaligus titik respons cepat jika muncul potensi gangguan.
![]() |
| Petugas PLN siaga menjaga jaringan transmisi listrik saat Ramadan dan Idulfitri 2026 di Jawa Timur dan Bali |
Seluruh perangkat dipastikan siap operasi selama masa siaga. Peralatan tersebut disiapkan untuk mempercepat proses pemulihan apabila terjadi gangguan pada jaringan transmisi.
Di sektor logistik, material cadangan juga telah disebar di sejumlah titik. Penempatannya mempertimbangkan akses dan jarak tempuh agar bisa segera digunakan saat dibutuhkan.
Dengan kesiapan personel, peralatan, serta material cadangan yang telah disiapkan, PLN UIT JBM optimistis sistem kelistrikan di wilayah Jawa Timur dan Bali tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Stabilitas listrik diharapkan menjaga aktivitas ibadah masyarakat tetap berjalan lancar sepanjang bulan suci hingga hari kemenangan.


