SUARAJATIM - Lapangan BRILiaN Stadium Surabaya mendadak riuh. BRI Region 12 Surabaya menggelar BRI Youth Champions League 2026 pada 11–12 April 2026. Turnamen ini jadi panggung bagi talenta muda Jawa Timur untuk unjuk kemampuan sekaligus membuka jalan ke level lebih tinggi.
"BRI tidak hanya sekadar berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga senantiasa hadir memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya melalui kompetisi sepak bola usia muda seperti ini," kata Regional CEO BRI Region 12 Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, Rabu (15/4/2026).
Sejumlah tim ambil bagian. Ada U-14 Indo Barca Surabaya, Mitra Surabaya FC, Persela U-14 Lamongan, Cahaya Muda FC Pamekasan, New Star Salam FC Sidoarjo, hingga Indonesia FC Bojonegoro. Mereka datang dengan satu tujuan: tampil maksimal dan mencuri perhatian.
Reza menyebut pembinaan usia dini menjadi fondasi penting. Kompetisi seperti ini memberi ruang bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Ritme laga, tekanan, hingga sportivitas jadi bagian dari proses yang tak tergantikan.
"BRI merasa bangga dapat menjadi bagian dari kompetisi bergengsi ini. Sejak awal, kami meyakini bahwa pembinaan usia dini adalah fondasi penting untuk mencetak generasi emas sepak bola Indonesia. Melalui kompetisi ini, kami melihat semangat, kerja keras, dan potensi luar biasa dari para pemain muda yang menjadi harapan masa depan sepak bola nasional," ujarnya.
Ada daya tarik lain yang bikin turnamen ini terasa beda. Tajuk Goes to Barcelona jadi magnet kuat. Program ini terhubung dengan kerja sama bersama FC Barcelona. Impian merasakan atmosfer sepak bola internasional jadi lebih dekat, bukan sekadar angan.
Konsep tersebut memberi suntikan motivasi bagi peserta. Mereka bermain bukan hanya untuk menang, tetapi juga mengejar kesempatan merasakan pengalaman di level global. Standar permainan pun ikut terdorong naik.
Dalam beberapa tahun terakhir, BRI aktif terlibat di sepak bola nasional. Salah satunya lewat dukungan sebagai sponsor utama kompetisi kasta tertinggi, BRI Super League. Dampaknya tak kecil. Kajian BRI Research Institute pada Juli 2024 mencatat perputaran ekonomi dari kompetisi itu bisa mencapai Rp10,42 triliun, termasuk efek ke pendapatan masyarakat dan lapangan kerja.
"Melalui kompetisi yang terstruktur, kami berharap dapat memfasilitasi lahirnya bibit-bibit pesepak bola potensial dari Jawa Timur yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional," kata Reza.
Turnamen ini jadi ruang penting bagi pemain muda untuk mengasah teknik dan mental. Setiap pertandingan memberi pelajaran. Setiap gol dan kesalahan membentuk karakter. Dari Surabaya, mimpi itu mulai dirajut.
![]() |
| Suasana pertandingan BRI Youth Champions League 2026 di BRILiaN Stadium Surabaya. |
Sejumlah tim ambil bagian. Ada U-14 Indo Barca Surabaya, Mitra Surabaya FC, Persela U-14 Lamongan, Cahaya Muda FC Pamekasan, New Star Salam FC Sidoarjo, hingga Indonesia FC Bojonegoro. Mereka datang dengan satu tujuan: tampil maksimal dan mencuri perhatian.
Reza menyebut pembinaan usia dini menjadi fondasi penting. Kompetisi seperti ini memberi ruang bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Ritme laga, tekanan, hingga sportivitas jadi bagian dari proses yang tak tergantikan.
"BRI merasa bangga dapat menjadi bagian dari kompetisi bergengsi ini. Sejak awal, kami meyakini bahwa pembinaan usia dini adalah fondasi penting untuk mencetak generasi emas sepak bola Indonesia. Melalui kompetisi ini, kami melihat semangat, kerja keras, dan potensi luar biasa dari para pemain muda yang menjadi harapan masa depan sepak bola nasional," ujarnya.
![]() |
| Pertandingan BRI Youth Champions League 2026 di Surabaya |
Konsep tersebut memberi suntikan motivasi bagi peserta. Mereka bermain bukan hanya untuk menang, tetapi juga mengejar kesempatan merasakan pengalaman di level global. Standar permainan pun ikut terdorong naik.
Dalam beberapa tahun terakhir, BRI aktif terlibat di sepak bola nasional. Salah satunya lewat dukungan sebagai sponsor utama kompetisi kasta tertinggi, BRI Super League. Dampaknya tak kecil. Kajian BRI Research Institute pada Juli 2024 mencatat perputaran ekonomi dari kompetisi itu bisa mencapai Rp10,42 triliun, termasuk efek ke pendapatan masyarakat dan lapangan kerja.
"Melalui kompetisi yang terstruktur, kami berharap dapat memfasilitasi lahirnya bibit-bibit pesepak bola potensial dari Jawa Timur yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional," kata Reza.
Turnamen ini jadi ruang penting bagi pemain muda untuk mengasah teknik dan mental. Setiap pertandingan memberi pelajaran. Setiap gol dan kesalahan membentuk karakter. Dari Surabaya, mimpi itu mulai dirajut.


