SUARAJATIM – PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menjalankan sejumlah langkah strategis guna memperkuat pertumbuhan bisnis pada tahun 2026. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya.
Perusahaan manufaktur kemasan plastik yang telah berdiri sejak 1991 ini terus menunjukkan performa positif di tengah pertumbuhan industri kemasan nasional. Hingga kuartal pertama 2026, ASPR membukukan pendapatan sebesar Rp78,29 miliar atau naik 27,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba tahun berjalan mencapai Rp3,03 miliar.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk laporan kegiatan usaha dan laporan pengawasan Dewan Komisaris. Pemegang saham juga mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan.
Persetujuan tersebut sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan serta pengawasan selama tahun buku 2025.
Salah satu keputusan penting dalam RUPST adalah penetapan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,75 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp1,75 miliar dialokasikan sebagai dividen tunai final tahun buku 2025. Sementara Rp4,06 miliar ditempatkan sebagai dana cadangan wajib dan Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Selain RUPST, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk mendukung optimalisasi strategi bisnis dan pengembangan usaha ke depan.
Dalam Public Expose yang digelar usai rapat, manajemen menyampaikan prospek bisnis yang masih terbuka lebar. Permintaan dari segmen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan minyak goreng disebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
Untuk menangkap peluang tersebut, ASPR berencana menambah investasi mesin produksi sepanjang 2026. Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu meningkatkan volume produksi, memperluas pangsa pasar, memperbaiki efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri kemasan plastik nasional.
Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, menegaskan bahwa perusahaan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas produksi dan pengembangan pasar.
"Kami akan terus fokus pada peningkatan kualitas produk, efisiensi operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan. Dukungan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," ujar Ricky Winoto.
![]() |
| Direksi PT Asia Pramulia Tbk memaparkan kinerja dan strategi ekspansi perusahaan usai RUPST Tahun Buku 2025 di Surabaya. |
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk laporan kegiatan usaha dan laporan pengawasan Dewan Komisaris. Pemegang saham juga mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan.
Persetujuan tersebut sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan serta pengawasan selama tahun buku 2025.
Salah satu keputusan penting dalam RUPST adalah penetapan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,75 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp1,75 miliar dialokasikan sebagai dividen tunai final tahun buku 2025. Sementara Rp4,06 miliar ditempatkan sebagai dana cadangan wajib dan Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Selain RUPST, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk mendukung optimalisasi strategi bisnis dan pengembangan usaha ke depan.
Dalam Public Expose yang digelar usai rapat, manajemen menyampaikan prospek bisnis yang masih terbuka lebar. Permintaan dari segmen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan minyak goreng disebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
Untuk menangkap peluang tersebut, ASPR berencana menambah investasi mesin produksi sepanjang 2026. Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu meningkatkan volume produksi, memperluas pangsa pasar, memperbaiki efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri kemasan plastik nasional.
Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, menegaskan bahwa perusahaan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas produksi dan pengembangan pasar.
"Kami akan terus fokus pada peningkatan kualitas produk, efisiensi operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan. Dukungan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," ujar Ricky Winoto.

