Desa Les Bali Bikin Astra Angkat Cerita, Pendapatan Warga Naik dan Wisata Makin DilirikSUARAJATIM - Group Astra Surabaya kembali menggelar Mini Media Gathering 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus berbagi informasi terbaru kepada rekan media. Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kebersamaan, Kuatkan Solidaritas” itu berlangsung di Surabaya, Kamis (18/6/2026).
![]() |
| Mini gathering Astra ungkap Desa Sejahtera Astra Les di Buleleng, Bali, mengembangkan sektor wisata, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan masyarakat. |
Dalam pertemuan tersebut, Astra memperkenalkan perkembangan program Desa Sejahtera Astra (DSA) di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali. Kawasan pesisir ini dinilai memiliki potensi besar karena memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari perbukitan hijau, lahan pertanian, hingga garis pantai yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Albertus menjelaskan, Desa Les berkembang menjadi desa wisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga identitas lokal. Aktivitas ekonomi warga berjalan berdampingan dengan pelestarian alam dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Potensi wisata di desa ini juga cukup beragam. Wisatawan dapat menikmati kawasan pesisir, air terjun, hingga berbagai aktivitas masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri. Kehidupan warga yang masih mempertahankan tradisi lokal menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang ditawarkan.
Wakil Korwil Group Astra Surabaya sekaligus Branch Manager Asuransi Astra Surabaya, Fahmi, mengatakan Desa Les mulai bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2024.
“Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024, berbagai program pengembangan masyarakat dijalankan melalui empat bidang kontribusi sosial Astra, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan,” terang Fahmi.
![]() |
| Program Desa Sejahtera Astra di Desa Les Buleleng Bali mendorong pengembangan wisata dan pemberdayaan masyarakat |
Di bidang kesehatan, warga bersama kader kesehatan aktif menjalankan berbagai kegiatan. Mulai dari Posyandu, edukasi kehamilan, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk.
Sektor pendidikan juga mendapat perhatian. Generasi muda Desa Les mengikuti kelas bahasa Inggris dan pelatihan terkait pariwisata. Langkah ini dipersiapkan untuk mencetak pemandu lokal yang mampu melayani wisatawan mancanegara yang datang ke kawasan tersebut.
Pada bidang lingkungan, masyarakat terlibat dalam konservasi dan transplantasi terumbu karang. Warga juga mengelola sampah berbasis komunitas serta memproduksi pupuk kompos guna menjaga kondisi lingkungan pesisir.
Sementara itu, sektor kewirausahaan tetap bertumpu pada kekuatan lokal yang sudah lama menjadi identitas desa. Tradisi pembuatan garam secara tradisional masih dipertahankan dan menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, Desa Les menjadi contoh bagaimana pengembangan kawasan wisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Astra berharap program yang dijalankan bersama masyarakat mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga karakter desa yang menjadi daya tarik utamanya.


