Sampah Desa Olehsari Diolah Jadi Bahan Bakar, PLN UIT JBM Berharap Pasok Kebutuhan PLTU Paiton

SUARAJATIM - Persoalan sampah yang terus meningkat kini mulai dijawab lewat langkah berbeda di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa piloting produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa yang mengubah limbah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi.
Senior Manager PLN UIT JBM menyerahkan bantuan program RDF Biomassa kepada Yayasan Rijig Pradana Wetan di Desa Olehsari, Banyuwangi.
"RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih efektif dan penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat realisasi Green Energy secara nasional," ujar General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja.

Program tersebut dijalankan PLN UIT JBM bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo. Bantuan diserahkan langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji. Penyerahan itu turut disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Kepala Desa Olehsari.

RDF Biomassa merupakan hasil pengolahan sampah melalui proses tertentu hingga menjadi bahan bakar alternatif. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti sebagian batu bara pada pembangkit listrik maupun digunakan oleh berbagai sektor industri, termasuk industri semen dan pabrik gula.
PLN UIT JBM menyerahkan bantuan program produksi RDF Biomassa di Desa Olehsari Banyuwangi.
Pengolahan tersebut juga membantu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Pada saat yang sama, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki nilai jual.

"Berkat bantuan ini, kami mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Dengan kapasitas mesin mencapai 10 ton, kami berharap ke depan semakin banyak wilayah yang bergabung, seperti Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dan Licin, sehingga kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru," kata Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji.

Dengan kapasitas produksi yang dimiliki, Yayasan Rijig Pradana Wetan berharap cakupan pengumpulan sampah semakin luas sehingga mesin dapat bekerja secara maksimal. Langkah tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas pengolahan RDF Biomassa.

PLN UIT JBM menargetkan hasil produksi RDF Biomassa dari Desa Olehsari memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan industri. Apabila target tersebut tercapai, bahan bakar alternatif itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara rutin oleh pembangkit listrik maupun sektor industri lainnya.

"Kami memiliki cita-cita agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari nantinya dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. Ini merupakan wujud kontribusi PLN UIT JBM dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di Indonesia," pungkas Ika Sudarmaja.

PLN UIT JBM berharap program ini dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Melalui program TJSL PLN Peduli, perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi yang mendorong pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih bersih.
LihatTutupKomentar