Surabaya Printing Expo 2026 Dibuka Pekan Depan, 150 Peserta Siap Pamer Teknologi Cetak hingga AI dan 3D Printing

SUARAJATIM - Industri percetakan di Jawa Timur terus bergerak mengikuti lonjakan kebutuhan kemasan produk, label, media promosi, hingga layanan digital printing. Pelaku usaha kini berlomba menghadirkan teknologi yang lebih cepat, efisien, sekaligus ramah lingkungan. Momentum itu akan terlihat dalam Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang digelar pada 8-11 Juli 2026 di Grand City Convention Center, Surabaya. Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-19 ini bakal menghadirkan lebih dari 150 peserta dan menargetkan 15.000 pengunjung selama empat hari. 
Surabaya Printing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 150 peserta dengan beragam teknologi percetakan modern, termasuk AI, UV printing, dan 3D printing.
"Penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026 diharapkan menjadi momentum bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi percetakan terkini, menawarkan solusi produksi yang lebih inovatif dan berdaya saing, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," ujar CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim. 

Pameran ini menjadi ajang bertemunya produsen, distributor, pelaku usaha, desainer, hingga profesional industri percetakan dari dalam maupun luar negeri. Beragam mesin, peralatan, material, dan solusi terbaru akan ditampilkan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang di kawasan Indonesia Timur. 

Pengunjung dapat melihat langsung berbagai teknologi percetakan modern. Mulai dari digital printing, offset printing, UV printing, web-based printing system, hingga teknologi 3D printing yang kini semakin berkembang. Kehadiran berbagai merek ternama memberi gambaran bagaimana industri percetakan memasuki era digital dan otomatisasi dengan proses produksi yang semakin cepat dan efisien. 

Surabaya Printing Expo 2026 juga mendapat dukungan dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) yang menaungi sekitar 600 perusahaan grafika di 23 provinsi. Kehadiran organisasi tersebut memperkuat posisi pameran sebagai salah satu agenda penting bagi industri percetakan nasional, khususnya di Indonesia Timur. 

Tidak berhenti pada area pameran, penyelenggara juga menyiapkan seminar dan workshop yang melibatkan praktisi industri, akademisi, hingga pelaku usaha. Salah satu agenda menarik adalah workshop bertajuk "Dari Ide ke Merchandise: Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif". Sesi ini membahas penggunaan AI untuk mempercepat proses desain sekaligus menghasilkan merchandise yang lebih kreatif. 

Ada pula seminar bertema "UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk" yang mengulas pengembangan bisnis kreatif, branding, serta kemasan produk agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar. Kegiatan tersebut ditujukan bagi pelaku UMKM, industri kreatif, desainer, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin mengikuti perkembangan dunia percetakan. 

Kesuksesan penyelenggaraan SPE 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, dan institusi. Di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, KADIN Jawa Timur, KADIN Surabaya, PPGI, serta ASPERAPI. 

Masyarakat yang ingin menghadiri Surabaya Printing Expo 2026 dapat melakukan registrasi secara online maupun langsung di lokasi pameran. Acara berlangsung pada 8-11 Juli 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, setiap hari pukul 10.00 hingga 19.00 WIB.
LihatTutupKomentar