Tren Perhiasan Bergeser, Perempuan Kini Makin Berani Tampil Bold

SUARAJATIM – Selera perempuan dalam memilih perhiasan mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya desain sederhana, klasik, dan timeless menjadi pilihan aman, kini semakin banyak konsumen yang berani mengeksplorasi perhiasan dengan desain lebih bold dan memiliki karakter kuat.
perhiasan perempuan
Aktris Marsha Timothy, The Face of MONDIAL, hadir dalam perayaan 47 tahun MONDIAL di Orasis Art Space, Surabaya, Jumat (11/9/2026)
Perubahan tersebut turut terlihat dalam perkembangan industri perhiasan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. General Manager MONDIAL, Leslie Christian Saputra, mengatakan konsumen kini semakin terbuka terhadap desain yang mampu menampilkan karakter personal.

“Dulu itu mungkin orang lebih play safe kalau beli perhiasan secara desain. Pengennya yang simple, timeless, klasik. Tapi kalau sekarang mulai bergeser, mereka lebih berani untuk bisa bereksplorasi di perhiasan,” kata Leslie dalam Jewelry Talks di Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya minat terhadap desain yang lebih bold dan memiliki karakter. Pilihan perhiasan pun semakin berkaitan dengan cara seseorang mengekspresikan dirinya.

Leslie menilai karakter seseorang bahkan dapat terlihat dari perhiasan yang dikenakannya.

Konsumen yang memilih desain klasik dan sederhana, misalnya, bisa jadi memang memiliki karakter yang menyukai sesuatu yang basic. Sementara mereka yang memilih desain bold cenderung ingin tampil berbeda dan tidak ingin memiliki pilihan yang sama dengan orang lain.

Karena itu, Leslie mendorong perempuan untuk tidak terlalu takut mencoba model perhiasan di luar pilihan yang selama ini dianggap aman.

“Menurut saya harus berani untuk eksplor. Jangan takut untuk explore karena ketika dipakaikan sesuatu yang bold, yang punya lebih berkarakter, malah jati dirinya bisa lebih keluar,” ujarnya.

Tak Perlu Menunggu Acara Khusus
Pandangan bahwa perhiasan hanya cocok digunakan pada acara tertentu juga dinilai membuat perempuan cenderung memilih desain yang aman.

Padahal, menurut Leslie, keseharian masyarakat Indonesia sebenarnya dipenuhi berbagai momen yang dapat menjadi kesempatan untuk mengenakan perhiasan.

“Di Indonesia itu sendiri tanpa disadari acara kita itu banyak sebenarnya. Paling simpel setiap weekend pasti ada kondangan, terus juga acara dengan keluarga. Itu adalah acara,” katanya.

Karena itu, pemilihan perhiasan tidak harus selalu didasarkan pada pertimbangan apakah seseorang memiliki acara besar atau tidak. Eksplorasi desain justru dapat menjadi bagian dari gaya personal sehari-hari.

Perubahan selera tersebut menjadi salah satu konteks MONDIAL dalam merayakan perjalanan 47 tahun di Indonesia. Pada 11 September 2026, MONDIAL menggelar media gathering di Orasis Art Space, Surabaya, sekaligus memperkenalkan koleksi terbaru MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon.

Koleksi tersebut mengangkat perjalanan perempuan melalui tiga sub-collection, yakni Her Bloom, Her Glow, dan Her Mark. Masing-masing membawa narasi tentang proses bertumbuh, kepercayaan diri, hingga jejak dan legacy yang ditinggalkan seorang perempuan.

Berlian Tak Cukup Dinilai dari 4C
Dalam memilih perhiasan berlian, Leslie juga mengingatkan konsumen agar tidak berhenti pada standar 4C yang selama ini dikenal luas, yakni cut, color, clarity, dan carat.

Menurut dia, 4C merupakan standar dasar. MONDIAL sendiri menerapkan parameter yang lebih banyak dalam menentukan kualitas berlian yang ditawarkan.
perhiasan berlian
Marsha Timothy bersama General Manager MONDIAL Leslie Christian Saputra dalam perayaan 47 tahun MONDIAL di Orasis Art Space, Surabaya, Jumat (11/9/2026).
“Kalau diamond itu kita bukan hanya standar 4C tadi yang diperhitungkan, karena sebenarnya kalau 4C itu sudah sangat basic,” ujarnya.

Leslie menyebut MONDIAL memiliki standar hingga 49 parameter. Selain itu, MONDIAL juga memiliki sejumlah branded diamond dengan standar tersendiri, termasuk Brilliant Rose.

MONDIAL sendiri diketahui menghadirkan sejumlah branded diamonds seperti Mondial Excellent Cut (MEC) Ultimate, Light of Mondial, Brilliant Rose, dan FireMark. Koleksinya juga mencakup berlian dengan fancy color, fancy shape, serta fancy construction.

Perhiasan Berada di Antara Fashion dan Investasi
Perhiasan juga kerap dipandang sebagai bentuk investasi. Namun, Leslie memiliki pandangan yang lebih spesifik mengenai nilai investasi sebuah perhiasan.

Menurut dia, perhiasan berada di antara fashion dan investasi. Perhiasan yang dapat dikenakan tidak bisa disamakan dengan instrumen investasi murni seperti logam mulia yang tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan.

“Kalau pure investment di kepala customer itu pasti pengen punya keuntungan. Yang namanya pure investment lebih ke seperti logam mulia,” jelasnya.

Bagi Leslie, nilai investasi perhiasan justru lebih kuat pada aspek yang dapat diwariskan. Sebuah perhiasan dapat memiliki cerita, sejarah, dan nilai emosional yang diteruskan kepada generasi berikutnya.

Ia mencontohkan cincin yang pernah dikenakan mendiang Lady Diana dan kemudian digunakan Kate Middleton. Perhiasan tersebut memiliki nilai historis yang berkembang karena cerita yang melekat di dalamnya.

“Investasinya lebih kepada kalau perhiasan lebih kepada bisa dilegasikan, bisa diturunkan, diwariskan,” katanya.

Berlian Natural dan Cerita di Baliknya
Dalam pembahasan mengenai berlian, Leslie juga menyampaikan pandangannya mengenai berlian natural dan lab-grown diamond.

Menurut dia, lab-grown diamond tetap memiliki karakter berlian, tetapi proses pembentukannya berlangsung dalam lingkungan yang dibuat atau dipercepat, bukan melalui proses alam.

Sebagai orang yang menghargai proses, Leslie mengaku lebih menghargai berlian natural karena proses terbentuknya berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Baginya, proses panjang tersebut menjadi bagian dari cerita sebuah berlian. Setelah ditemukan sebagai rough diamond, batu tersebut masih harus melalui proses pemotongan dan pengolahan hingga menghasilkan berlian yang siap menjadi bagian dari sebuah perhiasan.

Pandangan mengenai proses dan cerita tersebut kembali memperkuat posisi perhiasan sebagai benda yang dapat membawa nilai personal dan sejarah.

Bagi MONDIAL, gagasan mengenai karakter, perjalanan, dan legacy itu pula yang diangkat dalam perayaan ke-47 melalui tema The World She Reigns Upon. Koleksi tersebut menempatkan perempuan sebagai sosok yang meninggalkan jejak melalui nilai, keberanian, dan kehadirannya.
LihatTutupKomentar