OTOJATIM – BYD terus memperluas jaringan kendaraan energi baru di Jawa Timur. Setelah meresmikan dua dealer terbaru bertepatan dengan GIIAS Surabaya 2026, jaringan BYD Group di wilayah ini kini mencapai sembilan lokasi dan ditargetkan bertambah hingga 19 lokasi di berbagai kota penyangga.
“Bagi kami, perjalanan BYD di Indonesia bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang telah hadir di jalan, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan dan bagaimana BYD bisa menjadi bagian dari keseharian mereka. Dua tahun perjalanan BYD M6 dan satu tahun BYD ATTO 1 menjadi momen yang sangat berarti, karena di balik setiap perjalanan ada keluarga yang telah memilih dan mempercayai BYD,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.
Dua dealer yang baru diresmikan tersebut adalah DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Keduanya melanjutkan penguatan jaringan BYD di Jawa Timur yang sebelumnya dilakukan melalui BYD Haka Gresik, BYD Haka Madiun, dan BYD Haka Banyuwangi pada bulan sebelumnya.
Dengan tambahan dua lokasi tersebut, total jaringan BYD Group di Jawa Timur menjadi sembilan lokasi. Perusahaan menargetkan jumlah tersebut terus berkembang hingga mencapai 19 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah dan kota penyangga.
Ekspansi tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses terhadap produk, layanan, serta dukungan purna jual BYD dan DENZA.
Perluasan jaringan berlangsung seiring dengan pertumbuhan basis pengguna BYD di Jawa Timur. Sejak 2024, lebih dari 5.000 keluarga di wilayah ini telah memilih BYD sebagai kendaraan mereka.
Pada 2026, BYD juga mencatat pangsa pasar sebesar 36 persen di segmen kendaraan listrik Jawa Timur. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penerimaan kendaraan elektrifikasi BYD di pasar regional.
Luther mengatakan keberadaan pengguna BYD yang semakin banyak turut menjadi alasan perusahaan memperkuat jaringan di Jawa Timur.
“Di Jawa Timur sendiri, kini telah ada lebih dari 5.000 pengguna BYD, dengan 9 lokasi BYD Group yang hadir di berbagai kota penyangga untuk semakin dekat dengan pelanggan. Kepercayaan inilah yang menjadi semangat kami untuk terus memperluas jaringan, dan membawa pengalaman BYD lebih dekat kepada semakin banyak masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Secara nasional, jaringan BYD Group kini telah hadir di lebih dari 100 titik di Indonesia. Jaringan tersebut membentang dari wilayah barat hingga timur untuk mendukung akses konsumen terhadap produk dan layanan purna jual.
Penguatan jaringan di Jawa Timur juga berlangsung bersamaan dengan peningkatan penjualan kendaraan energi baru BYD. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BYD dan DENZA mencatat penjualan 32.800 unit secara nasional atau lebih dari 35 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang dipandang penting dalam pengembangan kendaraan energi baru. BYD melihat kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah ini cukup beragam, mulai dari penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Karena itu, BYD memperluas pilihan teknologi melalui kendaraan listrik berbasis EV dan teknologi Dual Mode (DM). EV menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sedangkan DM mengusung konsep electric-first, dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin berbahan bakar bekerja secara otomatis ketika diperlukan.
GIIAS Surabaya Jadi Momentum Penguatan Jaringan
Penguatan jaringan tersebut menjadi bagian dari agenda BYD dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 yang berlangsung pada 26–30 Agustus di Grand City Convex, Surabaya.
Selain meresmikan dua dealer baru, BYD menghadirkan sejumlah produk kendaraan energi baru, yakni BYD M6 DM, BYD M6 EV, BYD ATTO 1, dan DENZA D9.
Kehadiran M6 DM juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza bersama jajaran GAIKINDO saat mengunjungi booth BYD. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung M6 DM dan mengeksplorasi kabin kendaraan.
Pembahasan juga mencakup perkembangan produksi lokal BYD di Indonesia.
Bagi konsumen, BYD menyediakan area test drive yang menghadirkan M6 dan ATTO 1. Pengunjung juga dapat mengunjungi zona teknologi untuk memahami teknologi DM dan EV BYD melalui pengalaman interaktif.
Ekspansi jaringan ini menjadi langkah BYD untuk mengikuti pertumbuhan penggunaan kendaraan energi baru di Jawa Timur. Dengan target 19 lokasi, perusahaan berupaya memperpendek akses konsumen terhadap penjualan dan layanan purna jual di berbagai kota.
Perkembangan tersebut sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan energi baru BYD di Jawa Timur, yang saat ini ditopang oleh lebih dari 5.000 pengguna dan sembilan lokasi jaringan yang telah beroperasi.
![]() |
| Jajaran manajemen BYD Motor Indonesia |
Dua dealer yang baru diresmikan tersebut adalah DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Keduanya melanjutkan penguatan jaringan BYD di Jawa Timur yang sebelumnya dilakukan melalui BYD Haka Gresik, BYD Haka Madiun, dan BYD Haka Banyuwangi pada bulan sebelumnya.
Dengan tambahan dua lokasi tersebut, total jaringan BYD Group di Jawa Timur menjadi sembilan lokasi. Perusahaan menargetkan jumlah tersebut terus berkembang hingga mencapai 19 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah dan kota penyangga.
Ekspansi tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses terhadap produk, layanan, serta dukungan purna jual BYD dan DENZA.
Perluasan jaringan berlangsung seiring dengan pertumbuhan basis pengguna BYD di Jawa Timur. Sejak 2024, lebih dari 5.000 keluarga di wilayah ini telah memilih BYD sebagai kendaraan mereka.
Pada 2026, BYD juga mencatat pangsa pasar sebesar 36 persen di segmen kendaraan listrik Jawa Timur. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penerimaan kendaraan elektrifikasi BYD di pasar regional.
Luther mengatakan keberadaan pengguna BYD yang semakin banyak turut menjadi alasan perusahaan memperkuat jaringan di Jawa Timur.
“Di Jawa Timur sendiri, kini telah ada lebih dari 5.000 pengguna BYD, dengan 9 lokasi BYD Group yang hadir di berbagai kota penyangga untuk semakin dekat dengan pelanggan. Kepercayaan inilah yang menjadi semangat kami untuk terus memperluas jaringan, dan membawa pengalaman BYD lebih dekat kepada semakin banyak masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Secara nasional, jaringan BYD Group kini telah hadir di lebih dari 100 titik di Indonesia. Jaringan tersebut membentang dari wilayah barat hingga timur untuk mendukung akses konsumen terhadap produk dan layanan purna jual.
Penguatan jaringan di Jawa Timur juga berlangsung bersamaan dengan peningkatan penjualan kendaraan energi baru BYD. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BYD dan DENZA mencatat penjualan 32.800 unit secara nasional atau lebih dari 35 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang dipandang penting dalam pengembangan kendaraan energi baru. BYD melihat kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah ini cukup beragam, mulai dari penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Karena itu, BYD memperluas pilihan teknologi melalui kendaraan listrik berbasis EV dan teknologi Dual Mode (DM). EV menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sedangkan DM mengusung konsep electric-first, dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin berbahan bakar bekerja secara otomatis ketika diperlukan.
GIIAS Surabaya Jadi Momentum Penguatan Jaringan
Penguatan jaringan tersebut menjadi bagian dari agenda BYD dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 yang berlangsung pada 26–30 Agustus di Grand City Convex, Surabaya.
Selain meresmikan dua dealer baru, BYD menghadirkan sejumlah produk kendaraan energi baru, yakni BYD M6 DM, BYD M6 EV, BYD ATTO 1, dan DENZA D9.
Kehadiran M6 DM juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza bersama jajaran GAIKINDO saat mengunjungi booth BYD. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung M6 DM dan mengeksplorasi kabin kendaraan.
Pembahasan juga mencakup perkembangan produksi lokal BYD di Indonesia.
Bagi konsumen, BYD menyediakan area test drive yang menghadirkan M6 dan ATTO 1. Pengunjung juga dapat mengunjungi zona teknologi untuk memahami teknologi DM dan EV BYD melalui pengalaman interaktif.
Ekspansi jaringan ini menjadi langkah BYD untuk mengikuti pertumbuhan penggunaan kendaraan energi baru di Jawa Timur. Dengan target 19 lokasi, perusahaan berupaya memperpendek akses konsumen terhadap penjualan dan layanan purna jual di berbagai kota.
Perkembangan tersebut sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan energi baru BYD di Jawa Timur, yang saat ini ditopang oleh lebih dari 5.000 pengguna dan sembilan lokasi jaringan yang telah beroperasi.

