KUR BRI Bantu Pelaku UMKM Agus Budino Naik Kelas, dari Pracangan Kecil Menjadi Toko Sembako Besar di Tuban

SUARAJATIM – Berawal dari sebuah toko pracangan sederhana berukuran 2x3 meter di depan rumah, Agus Budino kini berhasil mengembangkan usahanya menjadi toko sembako yang jauh lebih besar. Perjalanan usaha yang dirintis sejak 2018 di Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI mampu mendorong pelaku usaha mikro untuk terus berkembang dan naik kelas.

Awalnya, Agus hanya menjalankan usaha kecil-kecilan dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat sekitar. Dengan tempat usaha yang masih terbatas, ia melayani pembelian sembako secara eceran. Meski sederhana, usaha tersebut terus dijalankan dengan tekun sembari membangun kepercayaan pelanggan. 
 
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan modal untuk mengembangkan usaha semakin besar. Pada 2024, Agus kemudian mengajukan pembiayaan KUR melalui BRI Cabang Tuban sebesar Rp170 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas toko sekaligus menambah modal persediaan barang dagangan. 
 
Hasilnya cukup signifikan. Toko yang sebelumnya hanya berukuran 2x3 meter kini berkembang menjadi bangunan berukuran 7x12 meter. Kapasitas usaha pun meningkat, pilihan barang semakin beragam, dan jangkauan pelayanan kepada pelanggan semakin luas. 
 
"Awalnya toko saya hanya kecil, ukurannya sekitar 2x3 meter di depan rumah. Setelah mendapatkan tambahan modal dari KUR BRI pada 2024, saya bisa mengembangkan toko menjadi lebih besar, sekarang ukurannya sudah 7x12 meter," ungkap Agus. 
 
Tidak hanya memperbesar bangunan toko, Agus juga memperluas layanan usahanya dengan menjadi agen BRILink. Langkah ini membuat toko miliknya tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyediakan layanan transaksi keuangan bagi warga sekitar. 
 
Dalam menjalankan usahanya, Agus melayani berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari pembelian sembako secara eceran hingga grosir. Bahkan, tokonya juga menjadi salah satu pemasok kebutuhan bahan pokok untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk hajatan pernikahan dan acara keluarga lainnya. 
 
Peluang tersebut turut memberikan tambahan aktivitas bisnis bagi toko yang dikelolanya. Selain melayani kebutuhan rumah tangga sehari-hari, penjualan dalam jumlah besar untuk keperluan hajatan menjadi salah satu sumber pasar yang terus digarap. 
 
Keberhasilan mengembangkan usaha melalui pembiayaan KUR tersebut juga tercermin dari kelancaran pembayaran kredit sebelumnya. Setelah pembiayaan Rp170 juta yang diperoleh pada 2024 berjalan lancar hingga lunas, Agus kini kembali mengajukan KUR kepada BRI dengan plafon Rp180 juta. 
 
Tambahan pembiayaan tersebut direncanakan untuk memperkuat modal kerja, terutama menambah stok dan memenuhi kebutuhan sembako yang semakin beragam. Dengan kapasitas toko yang lebih besar, Agus berharap bisa semakin optimal dalam melayani permintaan pelanggan, baik pembeli eceran maupun grosir. 
 
"Alhamdulillah, pinjaman KUR yang pertama sudah berjalan lancar sampai lunas. Sekarang saya mengajukan kembali sebesar Rp180 juta untuk menambah modal usaha, terutama untuk persediaan barang dagangan," tuturnya. Bagi Agus, keberadaan KUR BRI bukan sekadar fasilitas pinjaman, melainkan salah satu faktor yang membantu mempercepat perkembangan usaha yang telah dirintisnya selama bertahun-tahun. Ia mengakui tambahan modal memberikan ruang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus menjaga ketersediaan barang agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. 
 
Ia juga mengapresiasi pelayanan tim Relationship Manager (RM) KUR BRI BO Tuban yang dinilai cukup membantu selama proses pengajuan pembiayaan. 
 
"Pelayanan RM KUR BRI Tuban sangat baik dan solutif. Kami mudah berinteraksi, dan ketika ada kebutuhan atau pertanyaan, responsnya juga cepat. Jadi, kami merasa terbantu dalam proses pengajuan pembiayaan," jelasnya. 
 
Dalam aktivitas operasional sehari-hari, Agus juga memanfaatkan sejumlah layanan digital BRI untuk mendukung transaksi usahanya. Aplikasi BRImo dan fasilitas EDC menjadi bagian dari kemudahan layanan yang dapat dimanfaatkan dalam menunjang aktivitas bisnis. 
 
Ke depan, ia berharap usahanya bisa terus berkembang mengikuti dinamika pasar. Selain meningkatkan kapasitas penjualan, Agus ingin menjaga kemampuan tokonya dalam memenuhi permintaan konsumen di tengah persaingan bisnis sembako yang semakin beragam. 
 
"Harapan saya, usaha ini bisa terus berkembang, semakin besar, dan mampu mengikuti permintaan pasar. Dengan begitu, kami juga bisa terus bersaing dengan kondisi pasar saat ini," katanya. 
 
Dorong UMKM Naik Kelas
Pemimpin Kantor Cabang BRI Tuban, M. Ismail Fahmi mengatakan, pengembangan usaha mikro merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. 
 
Menurutnya, pembiayaan KUR menjadi salah satu instrumen untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis, memperkuat permodalan, dan meningkatkan skala operasional. Kisah Agus Budino menjadi gambaran bagaimana pembiayaan yang dimanfaatkan secara produktif dapat mendukung pertumbuhan usaha secara bertahap. 
 
"BRI terus berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang dapat mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan kapasitas dan skala usahanya. Kami berharap pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mampu membuka peluang kerja, memperkuat aktivitas perdagangan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya," ujarnya. 
 
Hingga Oktober 2026, BRI Kantor Cabang Tuban tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp681,32 Miliar kepada 14.468 debitur.

LihatTutupKomentar