PLN Bersinergi dengan Kementerian BUMN dan TNI untuk Maksimalkan Sumber Daya dan Pengamanan Aset

Menteri BUMN Erick Thohir (empat dari kanan) dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (lima dari kiri) foto bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (empat dari kiri), Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (enam dari kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (tiga dari kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Laut  Laksamana TNI Muhammad Ali (lima dari kanan), Inspektorat Jenderal TNI,  Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono (tiga dari kiri), Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari (dua dari kanan), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (dua dari kiri),  Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso (kiri), serta Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto (kanan).

Suarajatim.com - PT PLN (Persero) menyatakan dukungan penuh terhadap sinergitas antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Nota kesepahaman tentang sinergitas ini ditandatangani oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Rumah Dinas Panglima TNI, Jakarta pada Senin (25/03).


Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa kerja sama antara TNI dan Kementerian BUMN telah berlangsung sejak tahun 2018. Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah untuk mengoptimalkan sumber daya baik dari TNI maupun Kementerian BUMN, termasuk anak perusahaan dan perusahaan afiliasi BUMN, untuk kepentingan bersama.


"Saya berharap nota kesepahaman ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Ini penting untuk mewujudkan tujuan bersama serta memperkuat kerja sama yang sudah ada," ujar Agus.


Menurut Agus, kerja sama antara TNI dan Kementerian BUMN meliputi beberapa aspek, di antaranya pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, pelatihan, fasilitas, dan sosialisasi untuk mengoptimalkan sumber daya BUMN dan TNI. Selain itu, juga terkait dengan dukungan kelancaran tugas dan fungsi, serta pengamanan aset, personel, dan operasional wilayah kerja BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan afiliasi BUMN. 


Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa salah satu dari lima prioritas utama BUMN adalah optimalisasi nilai aset dan menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Hal ini diharapkan dapat terus meningkatkan nilai aset BUMN untuk memberikan kontribusi positif kepada negara.


"Sinergitas antara Kementerian BUMN dan TNI menjadi kunci penting dalam merealisasikan pembangunan nasional BUMN dengan dukungan pengamanan aset BUMN oleh TNI, yang tersebar di wilayah Indonesia serta perlindungan objek-objek vital nasional," kata Erick.


Erick menambahkan bahwa pada tahun 2022, aset BUMN tumbuh sebesar 9,0% menjadi Rp9.789 Triliun, dan kembali tumbuh 6,9% pada tahun 2023 menjadi Rp10.470 Triliun. Nilai tersebut sekitar setengah dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan memiliki peran strategis dalam berbagai sektor ekonomi dan pembangunan infrastruktur.


"Dengan sinergi yang kuat antara BUMN dan TNI, kami yakin dapat mengoptimalkan sumber daya serta pengamanan aset BUMN, sehingga tugas dan fungsi masing-masing dapat terlaksana dengan baik," tambah Erick.


Salah satu implementasi sinergi antara Kementerian BUMN dan TNI adalah dalam pengamanan obyek vital nasional yang dimiliki oleh perusahaan BUMN dari kegiatan Pertambangan Tanpa Izin ("PETI"). Sinergi ini diharapkan dapat mengatasi PETI sehingga sumber daya mineral dan batubara dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara.


Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan komitmennya dalam mendukung sinergitas antara Kementerian BUMN dan TNI. Menurutnya, kerja sama ini akan membantu meningkatkan keandalan dan keamanan sistem ketenagalistrikan di Indonesia.


"Dukungan PLN terhadap sinergi ini juga tercermin dalam program pendidikan bagi putra-putri TNI. Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan BUMN lainnya untuk memberikan dukungan yang sama," ujar Darmawan.


Untuk tahun 2024, Kementerian BUMN dan sinergi BUMN tetap berkomitmen dalam memberikan dukungan pendidikan bagi 1.850 Putra dan Putri TNI yang berprestasi di 38 Provinsi di Indonesia.(*) 


Baca Berita Suarajatim yang lain di Google News 

LihatTutupKomentar